China merasa sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekuatan terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap sebuah negara yang berdaulat dan aksi menentang presidennya, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.
Tindakan hegemonik AS tersebut secara serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin dan Karibia, kata sang jubir, seraya menambahkan bahwa China dengan tegas menentangnya.
“Kami menyerukan kepada AS untuk mematuhi hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam PBB, dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain,” ujar jubir tersebut seperti dilansir Antara.
Senada, Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri Malaysia mengecam penggunaan kekuatan yang dilakukan Amerika Serikat ke Venezuela serta menentang segala bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara lain.
“Sebagai prinsip, Malaysia menentang segala bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara lain, serta ancaman atau penggunaan kekuatan,” tulis Kemlu Malaysia dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Minggu (4/1/2026) dini hari.
Kemlu Malaysia menyatakan prinsip-prinsip itu merupakan landasan fundamental yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.
Malaysia secara konsisten menjunjung tinggi pentingnya penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog, penghormatan terhadap kedaulatan, serta kepatuhan terhadap norma-norma internasional.
“Pada saat yang kritis ini, sangat penting bagi para pihak terkait untuk menahan diri semaksimal mungkin dan mencari solusi damai melalui dialog dan diplomasi,” demikian pernyataan Kemlu Malaysia.
Seiring dengan perkembangan tersebut, prioritas utama Malaysia saat ini tetap pada keselamatan dan kesejahteraan warga negara Malaysia di luar negeri.
Kemlu Malaysia menyatakan Kedutaan Besar Malaysia di Caracas telah menjalin kontak dengan warga Malaysia yang terdaftar di negara tersebut, dan seluruh warga negara terdaftar yang telah dikonfirmasi saat ini berada dalam keadaan aman dan terdata.
Donald Trump Presiden AS mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Keduanya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.
Dilaporkan pula sedikitnya ada tujuh ledakan dan jet-jet tempur terlihat terbang rendah di ibu kota Venezuela, Caracas, saat serangan AS terjadi. Listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer utama.
Sementara itu, Pam Bondi Jaksa Agung AS dalam pernyataannya di platform media sosial X mengatakan bahwa Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York atas sejumlah tuduhan pidana, termasuk “narco-terorism” atau terorisme narkoba.
Bondi menambahkan bahwa keduanya juga didakwa atas konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur yang ditujukan terhadap Amerika Serikat.
Atas berbagai tuduhan tersebut, Maduro dan Flores akan segera diadili di AS.(ant/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
