Rabu, 11 Maret 2026

Cukup Telepon 110, Polisi Siap Beri Bantuan di Jalur Mudik Lebaran 2026

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Komjen Pol Dedi Prasetyo Wakapolri (paling kanan) dalam konferensi pers terkait kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dan pengamanan nasional yang digelar di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Foto: istimewa

Pada proses pengamanan mudik Lebaran tahun ini, Polri tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow, tetapi juga memperkuat layanan digital untuk mempercepat respons petugas di lapangan.

Salah satu yang diandalkan adalah layanan darurat 110, yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik.

Kesiapan pengamanan tersebut disampaikan Komjen Pol Dedi Prasetyo Wakapolri dalam konferensi pers terkait kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dan pengamanan nasional, yang digelar di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

“Polri juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik,” kata Dedi.

Dia menjelaskan, layanan tersebut memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian darurat secara cepat tanpa prosedur yang berbelit.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” jelasnya.

Melalui sistem tersebut, laporan terkait kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan, hingga kendala teknis kendaraan dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan melalui command center di tingkat Polda maupun Polres.

Di sisi lain, Polri juga menyiapkan pengamanan besar-besaran untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Sebanyak 161 ribu personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026 guna memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman berlangsung aman dan lancar.

Dedi mengatakan, personel Polri bersama unsur TNI dan instansi terkait akan ditempatkan di berbagai titik strategis yang menjadi pusat aktivitas pemudik.

“Polri menyiagakan sekitar 161.000 personel dalam Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik di seluruh Indonesia,” ujar Dedi.

Menurutnya, para personel akan difokuskan di jalur-jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara hingga kawasan wisata dan tempat ibadah yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat menjelang dan setelah Lebaran.

Selain pengerahan personel, Polri juga mendirikan 2.746 pos pengamanan di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.

Keberadaan pos tersebut bertujuan memberikan layanan cepat bagi pemudik, mulai dari bantuan informasi, pengaturan lalu lintas, hingga penanganan keadaan darurat selama perjalanan.

Dalam kesempatan yang sama, Pratikno Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menekankan bahwa pengelolaan mudik nasional memerlukan koordinasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan 386 posko layanan komunikasi serta sekitar 2.700 pos layanan kesehatan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala selama perjalanan mudik.

Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, penguatan layanan darurat 110, serta dukungan berbagai kementerian dan lembaga diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan mudik yang lebih responsif.(faz/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 11 Maret 2026
28o
Kurs