Minggu, 29 Maret 2026

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz, kecuali AS dan Israel

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kapal tanker Callisto berlabuh karena lalu lintas di Selat Hormuz sepi, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Muscat, Oman pada Selasa (10/3/2026). Foto: Reuters

Sejak 28 Februari 2026, Amerika Serikat (AS) bersama Israel secara aktif mengirimkan serangan kepada Iran yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur hingga jatuhnya korban jiwa termasuk Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin tertinggi Iran.

Iran kemudian melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer AS di negara-negara Teluk, serta mengirimkan serangan rudal ke Israel.

Eskalasi konflik berimbas pada blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.

Pembatasan tersebut mengakibatkan terhambatnya ekspor dan produksi minyak di wilayah tersebut yang membuat harga minyak dunia melonjak. Sebanyak 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia.

Sejak awal serangan, penutupan jalur perairan strategis tersebut efektif bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS dan Israel dan lalu lintas maritim terhenti, sehingga sebagian besar kapal yang tertahan menjatuhkan jangkar di perairan terbuka.

Di sisi lain, Teheran mengatakan kapal dari negara selain AS dan Israel serta tidak mendukung operasi militer dua negara tersebut tehadap Iran mendapat izin untuk melewati Selat Hormuz.

Melansir Antara, berikut daftar negara-negara yang kapalnya diizinkan melintasi Selat Hormuz.

1. Rusia, China, India, Pakistan, dan Irak

Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran mengizinkan kapal dari kelima negara tersebut untuk berlayar melewati Selat Hormuz. Hal ini ia sampaikan dalam saluran televisi satelit Al Mayadeen milik Lebanon.

“Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz,” ungkapnya.

2. Malaysia

Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia menyatakan bahwa kapal dari negaranya diizinkan melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini ia sampaikan tiga hari lalu.

“Sekarang kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” ujar Anwar dalam pidato di televisi, Kamis (26/3/2026).

3. Thailand

Satu dari dua kapal Thailand yang terjebak di Selat Hormuz telah mengantongi izin dari Iran untuk kembali melanjutkan perjalanan kembali ke Thailand. Sementara satu kapal lainnya sedang dalam proses pengupayaan untuk mendapatkan izin serupa.

“Pada 23 Maret diketahui bahwa kapal Bangchak telah berhasil melewati Selat Hormuz dengan selamat dan kini sedang dalam perjalanan kembali ke Thailand. Pihak berwenang Thailand juga sedang mengupayakan izin serupa untuk kapal SCG Chemicals setelah menyerahkan rinciannya ke Iran,” ungkapnya.

4. Bangladesh

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri mengklaim kapal tanker yang akan menuju Bangladesh tidak akan terdampak penutupan Selat Hormuz dan diizinkan keluar.

Namun pejabat kementerian lainnya mengatakan Iran masih belum memberi sinyal secara khusus dalam pemberian akses.

5. Indonesia

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastitaf respons positif Iran terhadap pelepasan dua kapal tanker milik Pertamina yang masih terjebak di Teluk Persia.

Melalui koordinasi Pertamina, Kemlu, dengan pihak terkait di Iran, saat ini pelepasan dua kapal tanker Indonesia telah berada pada tindak lanjut terkait aspek teknis dan operasional.

6. Jepang

Araghchi menyatakan kesiapan Teheran dalam memfasilitasi kapal-kapal Jepang yang berlayar melalui Selat Hormuz. Pada 21 MAret, ia menyebut negosiasi bersama Jepang terkait masalah itu sedang berlangsung.

Iran menekankan bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya gencatan senjata, melainkan penghentian perang dalam jangka panjang secara lengkap dan komprehensif.

Araghchi juga menyebutkan Iran belum menutup jalur air strategis tersebut, tetapi memberlakukan pembatasan pada kapal-kapal milik negara agresor.

Ia menambahkan bahwa Iran siap untuk memastikan jalur aman bagi negara-negara lain, seperti Jepang, dengan koordinasi intensif dengan Teheran. (ant/vve/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2026
33o
Kurs