Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya melakukan 177 kali evakuasi ular dalam rentang waktu tiga bulan terakhir.
Laksiti Rini Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menjelaskan, kejadian penemuan ular mengalami peningkatan waktu memasuki musim penghujan.
“Waktu musim hujan tren penanganan evakuasi ular sangat banyak sekali, selama tiga bulan ini ada 177 ular dievakuasi sampai hari ini,” ujar Rini saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Jumat (27/3/2026).
Penemuan ular tersebar di sejumlah lokasi seperti lahan kosong, kawasan dekat sungai, saluran di wilayah permukiman hingga daerah rimbun.
Rini menyebut panjang ular yang ditemukan selama tiga bulan cukup bervariasi, yang paling pendek berukuran 30 sentimeter sedangkan terpanjang mencapai 5,5 meter dengan jenis ular piton.
“Yang paling kecil 30 sentimeter, kemarin ada yang panjang sekali piton ada 5,5 meter,” ucapnya.
Rini menjelaskan ratusan ular yang berhasil dievakuasi Tim Damkar langsung diserahkan ke pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur setelah dilakukan koordinasi.
“Prosesnya setelah diambil Tim Damkar kita berkoordinasi dengan BKSDA, jadi kita bawa ke sana, kadang BKSDA juga bingung terlalu banyak yang diserahkan,” katanya.
Dia memastikan total 22 Pos dan Rayon Damkar yang ada di Kota Surabaya memiliki kemampun untuk melakukan evakuasi penemuan ular.
“Semua bisa menangani evakuasi ular, tidak perlu menunggi tim rescue khusus,” ujarnya.
Selain itu, Rini mengungkap cerita-cerita unik di balik evakuasi ular yang dilakukan Tim Damkar Surabaya. Mulai dari penemuan di kasur rumah warga, di balik kulkas, hingga temuan ular di rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya.
“Termasuk di rumahnya Pak Kajari, sempat ada di sana kemarin. kurang lebih 2 meter,” ungkapnya.(wld/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
