Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya belum mencairkan dana Gen Z Rp5 juta per RW karena pengajuan proposal masih bersifat kegiatan bukan wirausaha.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengingatkan, dana Gen Z yang dianggarkan bermaksud mengajarkan pemuda berwirausaha. “Jadi tidak bisa digunakan untuk kepanitiaan tidak tapi digunakan untuk usaha yang bisa menggerakkan ekonomi,” katanya, Selasa (31/3/2026).
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu bertujuan mengurangi pengangguran terbuka dan kemiskinan di setiap RW.
Seharusnya bisa cair mulai Januari 2026 dengan skema pengajuan proposal wirausaha terlebih dahulu dari Gen Z per RW ke kelurahan dan kecamatan. Namun, hingga kini, katanya, belum ada proposal yang memenuhi syarat.
“Maka itulah yang kita kemarin ada tanda tangan (kerja sama dengan) yang untuk hotel, restoran, dan kafe, maka supply-nya (barang) itulah digunakan untuk anak-anak ini,” ungkapnya.
“Sehingga nanti uang itu bisa digunakan untuk beli mesin cuci, tapi setelah itu bisa bisa laundry-nya bisa diambil hotel yang mana. Jadi kita akan arahkan begitu agar opo tidak nganggur,” bebernya lagi.
Berdasarkan petunjuk pelaksanaan (juklak), yang dibuat sekretaris daerah (sekda), dana cair jika proposal yang diajukan memenuhi syarat wirausaha.
“Tapi yang kita berikan itu adalah memang juklaknya itu sudah ditentukan adalah memasukkan proposal. Itu sudah bukan pakai perwali memang. Juklaknya ada di Sekda,” ungkapnya.
Namun, dari sejumlah proposal pengajuan yang masuk, masih mengutamakan kegiatan seremonial. “Sudah ada yang mengajukan. Cuman dibuat kegiatan. honor panitia. Tapi bukan Jadi yang untuk langsung ke kegiatan ekonomi. Karena proposal ini kok masih mindset-nya untuk kegiatan ya,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya memastikan dana yang dialokasikan untuk tiap RW senilai Rp5 juta per bulan, tidak akan dicairkan jika kegiatan hanya bersifat seremonial.
Sementara terpisah, Yona Bagus Widyatmoko Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya menyebut anggaran untuk pemuda itu sebesar Rp35 juta per RW selama setahun, bukan Rp5 juta per bulan. Secara keseluruhan anggaran yang digelontorkan Rp47 miliar. (lta/ris/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
