Puluhan guru honorer di Jawa Timur kini mulai menapaki jalur kewirausahaan melalui Program Terapan Ekonomi Guru (Proteg). Program ini mendorong guru honorer untuk menjadi wirausahawan mandiri sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi mereka.
Sekitar 30 guru honorer mengembangkan usaha di berbagai bidang, mulai dari kuliner, percetakan, bimbingan belajar, tata busana, hingga produk kreatif lainnya. Semua usaha dilengkapi legalitas resmi, membuka peluang ekspansi dan memberikan kepastian hukum.
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menekankan, Proteg bukan sekadar program, melainkan upaya nyata mendorong guru honorer berwirausaha.
“Proteg membuktikan bahwa guru honorer bisa berdiri mandiri secara ekonomi, dengan usaha legal dan berkelanjutan. Ini langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Aries, Minggu (8/2/2026).
Dalam prohram ini, Dinas Pendidikan Jatim berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pendampingan kewirausahaan dari ITS membantu guru honorer mengasah kemampuan manajemen usaha sekaligus mempertahankan kualitas pengajaran.
“Ketika guru sejahtera, semangat mengajar meningkat. Proteg menciptakan ekosistem yang mendukung guru berwirausaha tanpa kehilangan identitas sebagai pendidik,” tambah Aries.
Aryo Saputro guru SMA Negeri 3 Malang yang menjadi salah satu peserta program ini, sempat menghentikan usaha kopi akibat pandemi. Setelah mengikuti Proteg pada 2025, ia bangkit kembali.
Kini produknya memasok ke 20 coffee shop di berbagai kota dan merambah bisnis parfum online dengan omzet Rp10 juta per minggu. “Kegagalan bukan akhir, melainkan jeda untuk bangkit lebih kuat,” kata Aryo.
M. Zainul Asrori dosen Technopreneurship ITS sekaligus pendamping Proteg, menekankan pentingnya mindset wirausaha.
“Sebelum kemampuan teknis, kami tanamkan pola pikir bertumbuh. Ketika mindset berubah, kemampuan teknis mengikuti,” ujarnya.
Menurut Asrori, kesuksesan para guru honorer dalam usaha — mulai dari kuliner hingga produk kreatif — adalah hasil disiplin, konsistensi, dan keberanian. Proteg bukan sekadar program ekonomi, tapi investasi sosial jangka panjang bagi guru dan pendidikan di Jawa Timur.
“Dengan pendampingan yang tepat, guru honorer bisa menjadi wirausahawan tangguh tanpa kehilangan jati diri sebagai pendidik,” terangnya. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
