Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia, dengan proyeksi periklanan digital mencapai sekitar Rp71,5 triliun pada tahun 2024 dan terus bertumbuh.
“Tapi, di tengah pertumbuhan pasar digital yang masif, platform-platform teknologi justru menguasai sekitar 80 persen pasar, sementara sisanya diperebutkan oleh lebih dari 50 ribu publisher atau media massa (penerbit),” tambahnya.
Kondisi ini, menurut Dahlan, diperparah dengan hilangnya hambatan masuk (entry barrier) di industri media.
Karena saat ini, siapa pun dapat dengan mudah membuat platform media sendiri, yang berujung pada kondisi over-supply konten. Akibatnya, nilai per tayang (view) dan per pembaca (pageview) terus merosot karena suplai konten jauh melampaui permintaan pembaca.
Dahlan melanjutkan, saat ini era model bisnis lama seperti paywall maupun periklanan programatik (programmatic advertising) sudah selesai. Pendapatan dari model tersebut bahkan tercatat terus merosot.
NOW ON AIR SSFM 100

