Sean “Diddy” Combs kembali menjadi sorotan setelah laporan Dateline NBC menyebut rapper terpidana kasus prostitusi itu diduga tetap menjalani gaya hidup mewah di dalam penjara kawasan New Jersey, Amerika Serikat (AS).
Dikutip The Hollywood Reporter, Jumat (2/10/2026) waktu setempat, laporan itu menyebut Combs diduga memiliki sejumlah narapidana lain yang diperlakukan seperti staf pribadi. Mereka disebut membantu pekerjaan sederhana, mulai dari merapikan tempat tidur, membersihkan toilet dan kamar mandi, hingga memberi pijatan.
Sebagai imbalan, para narapidana itu disebut menerima uang yang masuk ke akun kantin penjara mereka. Beberapa di antaranya juga dilaporkan memasakkan makanan untuk Combs di luar menu harian penjara.
Combs saat ini menjalani hukuman 50 bulan penjara atas pelanggaran Mann Act. Ia mulai berada di Fort Dix, New Jersey, pada Oktober 2025, setelah sebelumnya lebih dari satu tahun ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn.
Sejak berada di Fort Dix, jadwal perkiraan bebas Combs beberapa kali berubah. Tanggal pembebasannya sempat bergeser di rentang Januari sampai Juni 2028. Saat ini, jadwal bebasnya tercatat pada 21 Januari 2028.
Dalam masa hukuman itu, Combs juga mengikuti program rehabilitasi narkoba di fasilitas tersebut. Namun, ia dilaporkan pernah terlibat perkelahian dengan narapidana lain dan beberapa kali melanggar aturan penjara.
Laporan Dateline juga menyebut seorang narapidana di Fort Dix menunjukkan akun Instagram yang diduga digunakan Combs untuk berkomunikasi dengan orang di luar penjara. Akun itu tidak memakai foto profil, tetapi diikuti oleh perwakilan humas Combs.
Meski sedang menjalani rehabilitasi, Combs dilaporkan tetap memiliki akses rutin ke alkohol, obat antidepresan Remeron, ponsel, dan tablet. Barang-barangyang tidak boleh dimiliki narapidana tanpa izin.
Meski demikian, Biro Penjara Amerika Serikat tidak memberikan komentar mengenai narapidana yang masih menjalani masa hukuman.
Combs divonis setelah menjalani persidangan selama delapan pekan pada musim panas 2025. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan terkait penyelundupan manusia untuk tujuan prostitusi, tetapi dibebaskan dari dakwaan yang lebih berat, yakni konspirasi pemerasan dan perdagangan seks.
Dalam sidang vonis di pengadilan federal New York, Combs dijatuhi hukuman 50 bulan penjara. Ia bersama tim pengacaranya saat ini masih menunggu putusan atas banding terhadap hukuman tersebut.
Sebelumnya, TMZ melaporkan Combs diduga terlibat perkelahian dengan narapidana lain pada 24 Juli. Peristiwa itu disebut dipicu penghinaan dan membuat Combs ditempatkan di sel isolasi.
Perkelahian tersebut dilaporkan membuat jadwal bebasnya mundur sekitar satu bulan menjadi 20 Februari 2028, sebelum akhirnya tanggal perkiraan pembebasan kembali tercatat pada 21 Januari 2028.
Perwakilan Combs tidak merespons permintaan komentar The Hollywood Reporter pada Jumat terkait laporan Dateline. Saat ditanya soal laporan penempatan Combs di sel isolasi, perwakilannya mengatakan tidak bisa memastikan apakah Combs dipindahkan dari populasi umum di Fort Dix ke sel khusus.
“Saya tidak bisa tahu di mana dia berada. BOP tidak memberi kami informasi terbaru,” kata perwakilan tersebut kepada The Hollywood Reporter. (bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

