Selasa, 27 Januari 2026

Diduga Memiliki Ilmu Kebal Warga Ponorogo Dikurung 20 Tahun, Akan Dirawat Purnomo Polisi Baik

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tangkap layar - Sukirno warga Ponorogo dilaporkan dikurung dalam jeruji besi selama kurang lebih 20 tahun. Foto: Polsek Sawoo

Seorang warga Ponorogo bernama Sukirno (60) dilaporkan dikurung dalam jeruji besi selama kurang lebih 20 tahun. Ia dikurung diduga karena memiliki ilmu kebal.

“Kemarin ada yang menghubungi saya melalui WhatsApp. Saya dikirimi foto bapak-bapak di dalam jeruji besi,” cerita Ipda Purnomo polisi baik kepada suarasurabaya.net, Selasa (27/1/2026) sore.

Setelah mendapatkan kabar itu, Purnomo juga menghubungi pemberi info. Ia juga terhubung dengan anak Sukirno. Namun sang anak ternyata tidak tinggal serumah dengan Sukirno.

Pada Selasa hari ini, lanjut Purnomo, AKP Tutut Ariyanto Kapolsek Sawoo Ponorogo bersama pihak terkait, mendatangi rumah Sukirno. Lokasinya di Dusun Gombak, Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur.

“Saya sampaikan ke Pak Kapolsek dan pihak keluarga, jika diizinkan, besok saya akan datang ke Ponorogo untuk menjemput Pak Kirno,” terang Purnomo.

Purnomo bersyukur karena niat baiknya disambut positif pihak keluarga. Sukirno, yang sehari-hari tinggal dengan adiknya, akan dibawa Lamongan.

Rencananya, Sukirno akan dirawat Pondok Rehabilitasi Mental Yayasan Berkah Bersinar Abadi di Lamongan yang dikelola oleh Purnomo.

“Keluarga sangat berterima kasih. Sebab keluarga memiliki kepercayaan bahwa Pak Kirno ini punya ilmu kebal. Sehingga keluarga tidak yakin untuk membawanya ke medis,” terangnya.

Dugaan ilmu kebal itu pula yang membuat Sukirno dikurung dalam jeruji besi selama dua dekade. “Dugaan ilmu kebal itu membuat keluarga yakin bahwa Pak Kirno tidak menyentuh tanah,” ujarnya. “Akhirnya dimasukkan ke tempat itu. Pak Kirno tidak bisa berdiri, hanya bisa duduk dan selonjor.”

Sementara itu, AKP Tutut Ariyanto Kapolsek Sawoo Ponorogo mengungkapkan bahwa Sukirno yang tahun ini genap berusia 60 tahun, telah tinggal di dalam jeruji besi itu selama kurang lebih 20 tahun.

“(Ditempatkan) di teras belakang rumah di rumah adiknya, ada ruangan tersendiri,” ujar Tutut kepada suarasurabaya.net.

Berdasarkan informasi yang digali, Tutut menyebut bahwa selama ini kebutuhan pakaian dan makan Sukirno disuplai oleh adiknya itu.

“Saya sempat ngobrol dengan Pak Kirno. Kalau ditanya nama, masih bisa. Tapi kalau ditanya banyak hal, tidak mau jawab,” ujar Tutut.

Mengenai dugaan memiliki ilmu kebal sehingga Sukirno dikurung dalam jeruji besi, Tutut tidak bisa memberi banyak komentar.

“Saya hanya mendapat cerita, bahwa Pak Kirno pernah mau dirawat ke seorang kyai. Namun ketika dalam perjalanan, sebelum sampai di lokasi, tahu-tahu dia sudah ada di rumah,” ujarnya. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 27 Januari 2026
24o
Kurs