Lasidi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya mengatakan bahwa Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola Surabaya di Jalan Tunjungan dinobatkan sebagai MPP dengan pelayanan paling prima nomor satu se-Indonesia.
“Jadi kebetulan ini kita MPP Siola ini adalah pelayan MPP paling prima se-Indonesia nomor satu,” kata Lasidi, saat mengisi program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (9/1/2026) pagi.
Lasidi, mengatakan MPP Siola memang dirancang sebagai tempat pelayanan publik yang mengumpulkan berbagai layanan dalam satu lokasi. Ia menjelaskan, MPP Siola menampung layanan dari banyak instansi, baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya maupun instansi vertikal dan BUMN.
“Di MPP Siola itu ada 26 instansi. Dari pemkot sendiri ada DPMPTSP, ada Dispenduk (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) yang ini memang paling ramai, kemudian ada Bapenda (Badan Pendapatan Daerah), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, bagian pengadaan barang jasa,” ujarnya.

Sementara instansi vertikal di luar pemkot yang ada di MPP Siola, di antaranya mulai Badan Pertanahan Nasional (BPN), Direktorat Jenderal Pajak, hingga layanan kepolisian, pengadilan, dan kejaksaan.
“Kita juga ada layanan BUMN sama BUMD. Ada Pos Indonesia, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jatim, sama PDAM. Terus kemarin yang terbaru ada BNI Sekuritas untuk informasi-informasi terkait investasi,” katanya.
Dengan kelengkapan layanan tersebut, MPP Siola menjadi salah satu pusat pelayanan publik dengan tingkat kunjungan tinggi. Lasidi menyebut, rata-rata pengunjung MPP Siola mencapai sekitar seribu orang per hari.
“Sekarang itu rata-rata masih sekitar seribu pengunjung setiap hari. Kalau dulu semuanya harus ke MPP, itu bisa sampai tiga ribu, empat ribu orang,” ujarnya.
Karenanya untuk mengurangi kepadatan, Pemkot Surabaya mendorong optimalisasi layanan digital. Namun MPP Siola tetap dibuka sebagai tempat pendampingan bagi warga yang membutuhkan penjelasan langsung.
“Kalau yang ke MPP biasanya pas aplikasinya trouble atau memang perlu pendampingan. Kalau sebenarnya bisa online, ya online,” kata Lasidi.
DPMPTSP sendiri yang mengkoordinir MPP Siola, lanjutnya, juga mengembangkan layanan konsultasi berbasis WhatsApp bernama Takon Sobat, serta inovasi kecerdasan buatan bernama Si Pintar.
“Si Pintar ini seperti AI, tapi khusus perizinan sama investasi. Pertanyaan-pertanyaan dasar bisa dijawab di situ. Kalau enggak bisa jawab, nanti nge-link ke Takon Sobat, terus ditangani langsung oleh petugas,” jelasnya.
Selain MPP Siola, layanan publik juga diperluas melalui Sentra Pelayanan Publik (SPP) di beberapa wilayah Surabaya, salah satunya SPP Menur yang kini dilengkapi layanan drive thru.
“Di Menur kemarin kita buka layanan drive thru. Jadi enggak perlu masuk kantor, bisa bayar retribusi IPT (izin pemakaian tempat), bisa ambil SK IPT sama SK SIP (surat izin praktik). Nanti ke depan akan kita tambah lagi layanan-layanan lainnya,” ujarnya. (bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
