Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menilai wacana penerapan sistem tidak otomatis naik kelas oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) bisa mendorong murid lebih giat belajar.
Aries menilai, adanya tantangan dalam proses pembelajaran dapat membangun motivasi murid untuk belajar lebih serius dan berusaha mencapai setiap tahapan pendidikan.
“Kalau tidak ada tantangan, ya mereka mungkin biasa, mereka merasa menggampangkan. Akhirnya mereka mungkin naik kelas dengan sendirinya, otomatis,” katanya di Surabaya pada Selasa (13/10/2026).
Aries memandang, wacana tersebut bukan bertujuan menghambat perkembangan murid, tetapi mendorong mereka memiliki kemauan belajar, berusaha, dan bekerja keras selama menjalani pendidikan.
Menurutnya, setiap jenjang pendidikan memiliki tahapan yang harus dilalui. Selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMA atau SMK, misalnya, murid diharapkan menjalani proses pembelajaran dan mencapai kemampuan yang diperlukan pada setiap tahap.
Aries juga mengaitkan pentingnya penguatan proses belajar dengan capaian literasi dan numerasi yang masih perlu ditingkatkan.
Ia berharap, upaya mendorong murid lebih serius belajar bisa membantu mengejar ketertinggalan dalam dua kemampuan dasar tersebut.
“Jadi niatan Pak Menteri itu bukan bermaksud untuk menghambat anak-anak kita untuk tumbuh berkembang. Tidak, malah itulah proses yang diharapkan, anak-anak kita semakin berjuang, ada usaha, ada kerja keras yang diharapkan dari anak-anak kita,” ucapnya.
Aries berharap, penguatan proses pembelajaran itu bisa membuat murid berkembang sesuai tahapan pendidikan yang dijalaninya.
Seperti diketahui, penerapan sistem tidak otomatis naik kelas oleh Abdul Mukti Mendikdasmen RI masih berupa wacana yang perlu dibahas lebih lanjut sebelum menjadi kebijakan. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

