Minggu, 1 Maret 2026

Donald Trump Ancam Iran dengan Serangan Dahsyat Jika Balas AS-Israel

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Donald Trump Presiden Amerika Serikat ketika memberikan keterangan terkait serangan AS di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Foto: Gedung Putih

Donald Trump Presiden Amerika Serikat memperingatkan Iran agar tidak melancarkan serangan balasan menyusul eskalasi militer yang melibatkan Washington dan Israel. Peringatan keras itu disampaikan di tengah ancaman pembalasan dari Teheran atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran.

Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa setiap serangan balasan akan dibalas dengan kekuatan penuh.

“Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya. SEBAIKNYA MEREKA TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!” tulis Trump.

Ancaman tersebut muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel sebagai respons atas tewasnya Ali Khamenei.

Dalam pernyataan yang dikutip dari sumber resmi, IRGC menyebut, “Operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan dimulai menuju wilayah pendudukan dan pangkalan teroris Amerika dalam beberapa saat lagi.”

BACA JUGA: Iran Umumkan 40 Hari Berkabung Nasional atas Syahidnya Ali Khamenei

BACA JUGA: Media Pemerintah Iran Sebut Ali Khamenei Meninggal Akibat Serangan AS-Israel

Sementara itu, di tengah meningkatnya tensi, Antonio Guterres Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Guterres menilai langkah militer tersebut terjadi saat jalur diplomasi masih terbuka. Serangan itu berlangsung setelah putaran ketiga perundingan tidak langsung antara AS dan Iran yang dimediasi Oman. Pembicaraan teknis bahkan telah dijadwalkan digelar di Wina, Austria, pekan depan, sebelum dilanjutkan dengan negosiasi politik lanjutan.

“Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” ujar Guterres dalam pernyataan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Ia menegaskan bahwa eskalasi lebih lanjut hanya akan memperburuk situasi keamanan regional dan membahayakan warga sipil.

“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, yang terjadi adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” tegasnya. (saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 1 Maret 2026
33o
Kurs