Sabtu, 3 Oktober 2026

Dosen UPN Jatim Diduga Lakukan Pelecehan Verbal, Satgas PPKS Dalami Laporan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Foto: UPN

Seorang dosen bela negara berinisial H di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur (Jatim) diduga melakukan pelecehan verbal terhadap mahasiswinya.

Terkait hal itu, UPN Veteran Jatim melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) saat ini sedang mendalami dugaan kasus tersebut.

Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di akun menfess mahasiswa di Instagram ramai diperbincangkan. Dalam postingan itu, mahasiswa mengeluhkan dugaan pelecehan verbal yang dilakukan dosen saat mengajar.

Nizwan Amin Humas UPN Jatim mengatakan, kampus kemudian menelusuri informasi tersebut dengan meminta keterangan dari sejumlah mahasiswa yang mengetahui proses pembelajaran dosen yang bersangkutan.

Dari penelusuran awal, ia menyebut muncul keterangan bahwa dosen tersebut beberapa kali melontarkan candaan yang dinilai bernuansa seksis, saat mengajar mata kuliah Bela Negara.

“Ketika mengajar mata kuliah Bela Negara di beberapa kelas, memang guyonannya Pak H cenderung guyonan seksis,” katanya saat dikonfirmasi suarasurabaya.net pada Sabtu (3/10/2026).

Saat ini, dosen yang bersangkutan telah dipanggil Koordinator Mata Kuliah Umum (MKU) bersama Satgas PPKS UPN Jatim. Pihaknya memastikan, Satgas PPKS masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait untuk mendalami kasus tersebut sebelum memberi rekomendasi putusan kepada pimpinan universitas.

“Statusnya masih terduga pelaku, karena masih satu pihak dan belum ada yang lapor resmi ke PPKS. Tapi anak-anak kemarin saya tanya, katanya sudah ada beberapa yang laporan,” katanya.

Ia menyatakan, pihak kampus akan mengambil tindakan apabila dugaan tersebut nantinya terbukti. Namun, bentuk sanksi masih menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi Satgas PPKS.

“Yang pasti respon kampus sangat tegas. Ketika memang ada bukti dan terbukti, pasti ada hukuman. Regulasi dan sebagainya nanti dari pimpinan,” pungkasnya.(ris/bil/ISS)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 3 Oktober 2026
35o
Kurs