Tim Jaksa dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina mencabut tiga dari empat pasal pemakzulan terhadap Sara Duterte Wakil Presiden pada Selasa (13/10/2026).
Melansir dari Phil Star, dakwaan yang dicabut itu terkait dugaan penyalahgunaan dana rahasia dan rencana pembunuhan. Karena itu hanya tersisa satu dakwaan yang disidangkan oleh pengadilan pemakzulan di Senat Filipina.
Pengadilan pemakzulan menerima pencabutan tiga dakwaan itu dan sidang Duterte akan berlangsung dengan satu dakwaan terkait kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Hari ini, dengan hormat, pihak penuntut menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi menindaklanjuti tiga dakwaan tersebut. Pihak penuntut akan fokus pada satu dakwaan, yaitu Pasal II mengenai kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Jinky Luistro jaksa penuntut utama di DPR Filipina, dilansir Antara, Rabu (14/10/2026).
Pasal II itu menuduh Duterte memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan dan tidak sepenuhnya melaporkan aset dalam laporan kekayaan.
Pencabutan terhadap tiga dakwaan tersebut dinilai sebagai bentuk penurunan secara signifikan dalam kasus pemakzulan Duterte.
Dakwaan yang dicabut itu mencakup dua tuduhan paling menonjol terhadap Duterte, yakni dugaan penyalahgunaan dana rahasia serta dugaan ancaman serius terhadap Ferdinand Marcos Jr Presiden Filipina, Liza Araneta-Marcos Ibu Negara Filipina, dan Martin Romualdez mantan ketua DPR.
Jika terbukti bersalah, Duterte terancam larangan permanen menduduki jabatan, termasuk menghambatnya calonkan diri sebagai presiden Filipina pada Pemilu 2028.(ant/fia/kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

