Kamis, 26 Maret 2026

DPR Tegaskan Sekolah Tatap Muka Tetap Jadi Pilihan Utama di Tengah Isu Efisiensi Energi

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hetifah Sjaifudian Ketua Komisi X DPR RI. Foto: DPR RI

Wacana penerapan pembelajaran dari rumah sebagai bagian dari langkah efisiensi energi di tengah dinamika global sempat mencuat.

Namun, DPR RI menegaskan, proses pendidikan sebaiknya tetap mengutamakan pembelajaran tatap muka demi menjaga kualitas pendidikan nasional.

Hetifah Sjaifudian Ketua Komisi X DPR RI menilai, pembelajaran langsung di sekolah memiliki keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem jarak jauh.

Menurutnya, interaksi antara guru dan siswa, termasuk kegiatan praktikum, menjadi elemen penting dalam proses belajar.

“Pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas karena lebih efektif dan mampu menjaga kualitas interaksi. Banyak aspek, seperti praktikum dan pembentukan karakter, yang tidak bisa tergantikan oleh pembelajaran jarak jauh,” ujar Hetifah dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Dia melanjutkan, penerapan sistem zonasi selama ini telah membantu menekan kebutuhan mobilitas siswa. Dengan jarak sekolah yang relatif dekat dari tempat tinggal, dampak terhadap konsumsi energi, terutama dari sektor transportasi, dinilai tidak terlalu signifikan.

Di sisi lain, Hetifah mengingatkan pembelajaran dari rumah memiliki sejumlah tantangan jika diterapkan secara luas. Risiko seperti penurunan capaian belajar (learning loss), keterbatasan interaksi, hingga kesenjangan akses pendidikan akibat perbedaan fasilitas di rumah menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Belajar dari rumah berpotensi menimbulkan kesenjangan, baik dari sisi akses maupun kualitas pembelajaran. Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga bisa terdampak karena minimnya interaksi langsung,” jelasnya.

Di sisi lain, dia mengakui pembelajaran jarak jauh tetap relevan dalam kondisi tertentu, seperti saat terjadi bencana alam atau di wilayah dengan keterbatasan tenaga pendidik. Dalam situasi tersebut, metode ini dapat menjadi solusi agar proses belajar tetap berjalan.

Menghadapi masa pascalibur IdulFitri, Hetifah mengimbau pemerintah daerah untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai kebijakan yang berlaku, sembari terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan lingkungan belajar yang aman serta kondusif.

“Pemerintah daerah tidak perlu ragu untuk melanjutkan pembelajaran tatap muka. Yang terpenting adalah memastikan kualitasnya terus ditingkatkan dan lingkungan belajar tetap aman bagi siswa,” tutupnya.(faz/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 26 Maret 2026
26o
Kurs