Satu warga Palestina meninggal dan sejumlah lainnya terluka setelah drone Israel menyerang kerumunan warga sipil di kawasan Al-Saftawi, utara Kota Gaza, Kamis (15/10/2026).
Seorang sumber medis yang dikutip Anadolu mengatakan, serangan tersebut menargetkan warga yang sedang berkumpul. Namun, belum ada rincian mengenai jumlah korban luka lainnya, maupun kondisi mereka.
Pada hari yang sama, seorang warga Palestina juga mengalami luka sedang setelah kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsian di Kamp Halawa, sebelah timur Jabalia, Gaza utara.
Serangan dan tembakan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober tahun lalu.
Militer Israel juga melakukan serangkaian penghancuran terhadap blok-blok permukiman yang telah dikosongkan di sejumlah wilayah tempat pasukannya berada, termasuk Beit Lahia di Gaza utara, wilayah timur Kota Gaza, serta Rafah di Gaza selatan.
Warga Palestina mengatakan ledakan keras terdengar sepanjang malam hingga Kamis pagi. Ledakan tersebut disebut berasal dari kendaraan bermuatan bahan peledak yang diledakkan militer Israel di kawasan permukiman yang telah dikosongkan.
Selain itu, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke sejumlah wilayah, termasuk bagian timur Al-Qarara di utara Khan Younis, Gaza selatan, serta timur Kamp Pengungsi Maghazi di Gaza tengah.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza hingga Senin (12/10/2026) lalu, pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata telah menewaskan 1.501 warga Palestina dan melukai 5.323 orang lainnya.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina dilaporkan meninggal dan lebih dari 175.000 lainnya terluka akibat serangan Israel di Gaza. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga dilaporkan rusak atau hancur. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

