Selasa, 31 Maret 2026

Dua TNI Gugur Lagi, PBB Kecam Keras Serangan Terhadap UNIFIL

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Batalion Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar patroli di sepanjang perbatasan Lebanon dan Israel pada 23 April 2020. Foto: Antara

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa dua anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia gugur setelah ledakan menghantam konvoi logistik pasukan penjaga perdamaian tersebut di Lebanon pada Senin (30/3/2026).

Jean-Pierre Lacroix Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian turut mengecam keras insiden tersebut dengan menyebut hal ini sebagai insiden yang tak dapat diterima. Menurutnya, personel penjaga perdamaian tak boleh menjadi sasaran.

“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata Lacroix seperti dikutip dari Antara pada Selasa (31/3/2026).

Insiden tersebut terjadi tepat setelah satu korban sebelumnya yang juga merupakan personel dari pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur ketika sebuah proyektil menghantam dan meledak di pangkalan misi Ett Taibe dan satu lainnya luka parah.

Lacroix menyampaikan ungkapan belasungkawanya kepada keluarga dan pihak Indonesia. Ia pun berharap agar mereka yang terluka segera pulih.

Saat ini, UNIFIL sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan keadaan tragis tersebut.

Lacorix menginformasikan, sekarang ini pasukan penjaga perdamaian PBB tetap berada di lapangan untuk melaksanakan tugas di tengah kondisi berbahaya itu. Namun, ia menyerukan agar semua tindakan yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian dihentikan. Ia turut menghimbau semua pihak untuk mematuhi kewajibannya masing-masing demi memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Kemarin pada Senin (30/3/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia yang berada dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3/2026).

Diketahui identitas personel yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, sementara tiga personel lain, atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka.

Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI memastikan ketiga personel yang terluka itu telah dievakuasi ke fasilitas medis, termasuk Praka Rico yang mengalami luka berat diungsikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif.

Melansir dari laman Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping), per Januari 2026 terdapat sebanyak 756 anggota yang berasal dari Indonesia yang berpartisipasi dalam UNIFIL Lebanon.(ant/mar/ris/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2026
32o
Kurs