Menurutnya, gejala tersebut awalnya dialami beberapa santri. Namun, jumlah santri yang mengalami mual dan muntah kemudian terus bertambah.
“Satu per satu diantar ke rumah sakit. Kemudian jumlahnya tambah banyak dan tambah banyak,” ujarnya.
Hingga Selasa malam, jumlah santri yang mengalami keluhan diperkirakan sudah lebih dari 100 orang. Mereka merupakan santri tingkat SMP dan SMA atau setara Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Jumlah tersebut berasal dari total sekitar 1.000 santri yang tinggal dan mengikuti kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam.
Para santri yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Situasi di rumah sakit juga semakin ramai karena sejumlah wali santri datang untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.
Gus Wahid juga belum mengetahui secara rinci menu makanan yang dikonsumsi para santri sebelum munculnya gejala. Ia menyebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo masih melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi dan penyebab kejadian tersebut. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

