RSUD Dr. Soetomo Surabaya belum menyampaikan penyebab meninggalnya bayi berinisial A yang mengembuskan napas terakhir pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.10 WIB setelah menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit tersebut.
Adin Niken Humas RSUD Dr. Soetomo membenarkan kabar meninggalnya bayi A dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
“Kami turut berduka cita mendalam kepada pihak keluarga atas meninggalnya pasien bayi tersebut,” katanya.
Namun, ia mengatakan pihak rumah sakit saat ini belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai kondisi medis maupun penyebab meninggalnya bayi tersebut.
“Saat ini, hanya info tersebut yang dapat kami sampaikan. Untuk hal-hal lain, belum dapat kami informasikan,” ujarnya.
Sebelumnya, Calista pihak keluarga bayi A mengatakan bahwa bayi tersebut mengalami demam, kemudian dibawa ke Peskesmas dan berlanjut mendapat perawatan di rumah sakit di Waru, Sidoarjo.
Ia juga menyebut adanya dugaan pemberian telur mentah oleh nenek bayi dengan harapan dapat menurunkan demam, tanpa sepengetahuan ibu bayi.
“Mungkin kepercayaan dia ya, kalau dikasih telur mentah bisa turun demamnya. Padahal ya harusnya kan dikasih obat ya. Cuma namanya orang itu pasti ada hal-hal mitos yang mereka percaya dan masih dilakuin sampai sekarang,” ujarnya.
Setelah menjalani operasi di rumah sakit di Waru, bayi A dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang neonatal intensive care unit (NICU).
Ia menyebut, selama menjalani perawatan, bayi A masih memerlukan transfusi darah berulang kali karena luka bekas operasi terus mengeluarkan nanah dan darah.
“Jadi harus terus-terusan buat transfusi darah,” imbuhnya.
Setelah tiga hari dirawat di RSUD Dr. Soetomo, bayi A meninggal dunia pada Minggu pagi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan medis yang memastikan penyebab meninggalnya bayi A, maupun hubungan antara dugaan pemberian telur mentah dan kondisi kesehatannya. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

