Senin, 9 Februari 2026

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,8 Persen Berkat Ditopang Sektor Industri hingga Pertanian

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jatim pada Triwulan IV-2025 mencapi 5,85 persen secara year on year (yoy).

Sedangkan secara kumulatif sepanjang 2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,33 persen. Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyebut, pertumbuhan ekonomi Jatim lebih tinggi dibanding nasional.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim ditopang oleh berbagai sektor yang bergerak secara inklusif. Secara (yoy), pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 9,86 persen.

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh sebesar 6,66 persen yang menjadi penanda kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jatim.

“Hingga penghujung tahun 2025, ekonomi Jatim terus bertumbuh di tengah berbagai dinamika nasional,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan struktur ekonomi, perekonomian Jatim ditopang oleh tiga sektor utama, yakni industri pengolahan sebesar 31,32 persen, perdagangan sebesar 18,55 persen dan pertanian sebesar 10,74 persen.

Khofifah menyebut Jatim menjadi penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,06 persen, sekaligus penyumbang terbesar kedua perekonomian nasional sebesar 14,21 persen.

Sementara dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur (Jatim) atas dasar harga berlaku pada tahun 2025, telah mencapai Rp3.403,17 triliun. Sedangkan, PDRB per kapita meningkat jadi Rp80,86 juta.

Menurut Gubernur Jatim, capaian tersebut menandakan meningkatnya produktivitas masyarakat sepanjang 2025.

“Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan cerminan dari meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur secara agregat sepanjang tahun lalu,” jelasnya.

Khofifah mengatakan, sektor lapangan usaha tumbuh signifikan pada tahun 2025 dari sektor Jasa Perusahaan sebesar 9,24 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kinerja biro dan agen perjalanan wisata.

Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum juga mencatatkan pertumbuhan positif, seiring dengan meningkatnya permintaan penyediaan makan minum dari program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kemudian dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 6,63 persen. Capaian ini, kata Khofifah didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan antarwilayah, baik domestik maupun internasional.

Dengan berbagai capaian tersebut, Gubernur Jatim itu optimis tren positif perekonomian akan terus berlanjut pada 2026. Khofifah mengajak seluruh pihak untuk menjaga stabilitas dan iklim kondusif yang telah terbangun.

“Capaian akhir tahun ini menjadi modal awal yang kuat memasuki tahun 2026. Bukan untuk berpuas diri, tetapi untuk terus memacu kinerja demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tandasnya.(wld/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 9 Februari 2026
27o
Kurs