Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mengajak semua daerah memperluas panggung batik saat menghadiri Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026) di Kota Surabaya.
Ia menyebut pemilihan batik Tulungagung sebagai salah satu yang disorot dalam perayaan Hari Batik Nasional di Surabaya sejak 30 September – 4 Oktober 2026, jadi inspirasi daerah lain.
“Tulungagung ada di wilayah pesisir paling selatan di Jawa Timur. Pemilihan Tulungagung memberi semangat, kabupaten manapun di Indonesia terlepas di manapun berada dari pusat ekonomi, tapi justru banyak inspirasi yang harus banyak kita gali,” bebernya saat sambutan di acara puncak Hari Batik Nasional di Monumen Kapal Selam Kota Surabaya, Jumat (2/10/2026).
Ia berharap perayaan puncak ini jadi semangat semua daerah untuk memuliakan dan memperluas panggung batik.
“Yang ingin memuliakan batik, ingin melestarikan batik, dan menempatkan perajin batik ke panggung lebih besar, tidak ada yang tidak mungkin,” bebernya lagi.

Ia berharap Batik Berlayar menyusuri Sungai Kalimas ruas Taman Prestasi-Monkasel hari ini gaungnya akan terus terasa dan menyebar ke khalayak lebih luas.
“Semoga warisan batik akan terus jadi kebanggan Bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Sementara Wirasno Ketua Panitia Hari Batik Nasional menambahkan, pertama kalinya perayaan digelar di Surabaya dengan menyusuri sungai harapannya simbol agar batik bisa berkembang ke seluruh dunia.
“Surabaya dipilih karena di sini kan ya ibu kota Jawa Timur ya. Sehingga di sini adalah pintu gerbang market untuk Indonesia Timur. Jadi rasanya pas sekali kalau Surabaya menjadi pilihan,” tutupnya. (lta/ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

