Untuk mempercepat penguraian antrean, Pemprov Jatim berupaya agar Dermaga Bulusan segera dihubungkan dengan dermaga utama LCM (Landing Craft Mechanized) melalui koordinasi antara Kementerian Perhubungan, ASDP, dan Pemkab Banyuwangi.
Ia mendukung kesepakatan agar LCM difokuskan melayani truk besar karena merupakan urat nadi perekonomian Jatim, sementara kendaraan kecil diarahkan ke dermaga movable bridge.
“LCM fokus untuk truk besar. Saya bilang, ‘Pak, truk besar itu urat nadi perekonomian kita.’ Maka kalau mereka punya aspirasi coba dijalankan. Ujung-ujungnya ini untuk kelancaran arus barang juga. Mobil kecil fokus di MB movable bridge,” jelasnya.
Menurut Emil, rancangan kebijakan tersebut merupakan upaya memperlancar distribusi barang, meski di sisi lain KSOP juga memiliki pertimbangan teknis untuk mencegah kecelakaan kapal.
Selain pengaturan operasional, Pemprov Jatim juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk merehabilitasi Dermaga Bulusan.

NOW ON AIR SSFM 100

