Jumat, 27 Februari 2026

Empat Golongan yang Dirindukan Surga, Pesan Tausiyah di JConnect Ramadan Vaganza 2026

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ustadz Mochammad Rofi'i Boenawi saat menyampaikan tausiah bertemakan golongan yang dirindukan surga di bulan Ramadan, Surabaya, Jumat (27/2/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Mochamad Rofi’i Ustaz mengajak umat Islam memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak, khususnya melalui membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, memperbanyak sedekah, serta menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh.

Pesan tersebut disampaikan dalam tausiyah pada hari ketiga kegiatan JConnect Ramadan Vaganza 2026.

Dalam ceramahnya, Rofi’i menjelaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan hawa nafsu sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama Ramadan adalah membentuk pribadi yang lebih bertakwa.

Mengutip sabda Muhammad SAW, ia menyampaikan bahwa surga merindukan empat golongan hamba di bulan Ramadan. Golongan pertama adalah mereka yang gemar membaca Al-Qur’an.

Menurutnya, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam, baik di dunia maupun di akhirat, dan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki keutamaan serta pahala yang berlipat ganda.

“Al-Qur’an itu adalah pedoman hidup kita. Kehidupan kita di dunia ini dan di akhirat nanti tergantung seberapa banyak kita membaca Al-Qur’an,” katanya dalam tausiah, Jumat (27/2/2026).

Golongan kedua, lanjutnya, adalah orang yang mampu menjaga lisan. Umat Islam diminta menjauhi ghibah, fitnah, serta ucapan yang tidak bermanfaat, dan menggantinya dengan zikir serta istigfar. Rofi’i menegaskan, Ramadan merupakan bulan ampunan sehingga seharusnya diisi dengan memperbanyak mengingat Allah.

“Manusia itu tempatnya salah dan lupa, maka sejatinya kita banyak istigfar. Karena Dengan kita berzikir kepada Allah, pahala akan mengalir dalam kehidupan kita,” lanjutnya.

Golongan ketiga adalah mereka yang memberi makan orang yang berpuasa dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak jemaah untuk menyalurkan sedekah dan infak sebagai wujud kepedulian sosial selama Ramadan.

“Mari kita sisihkan sebagian harta kita untuk memberi makan kepada masyarakat yang kurang mampu. Sebab memberi satu makanan, satu takjil, itu ganjarannya sama dengan orang yang berpuasa,” kata Rofi’i.

Sementara golongan keempat adalah orang yang menjalankan puasa Ramadan dengan sungguh-sungguh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dengan menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat.

Mochamad Rofi’i Ustaz menambahkan, hawa nafsu tidak hanya berada pada perut, tetapi juga pada mata, telinga, mulut, tangan, dan kaki. Jika seluruhnya mampu dijaga, maka kesempurnaan puasa dapat diraih.

“Kesempurnaan puasa yang sesungguhnya adalah mencegah makan dan minum dan juga menahan hawa nafsu. Ketika hawa nafsu ini kita tahan, maka kesempurnaan puasa akan kita raih,” pungkasnya.(ily/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 27 Februari 2026
24o
Kurs