Meski layanan tetap berjalan, Kemenhub meminta otoritas pelabuhan dan operator kapal terus memperbarui informasi mengenai kondisi di lapangan. Operator juga diingatkan tidak memaksakan pelayaran apabila situasi dinilai tidak aman.
Keselamatan pelayaran menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasian layanan penyeberangan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Operator pelabuhan dan kapal juga diimbau menyediakan masker bagi penumpang sebagai perlindungan terhadap potensi paparan abu vulkanik.
Di sisi lain, Kemenhub belum menambah armada kapal pada lintasan Merak-Bakauheni. Dudy mengatakan kapasitas kapal yang tersedia masih mencukupi kebutuhan karena jumlah penumpang justru menunjukkan tren penurunan sejak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kami belum melakukan penambahan jumlah kapal penyeberangan dari Merak-Bakauheni karena kecenderungan penumpang saat ini justru malah menurun,” ujar Dudy dilansir dari Antara.

NOW ON AIR SSFM 100

