Layanan penyeberangan di Selat Sunda masih beroperasi normal meski aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan belum ada gangguan berarti terhadap layanan penyeberangan, termasuk lintasan Merak-Bakauheni.
Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan mengatakan, pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap sektor penerbangan, tetapi juga kondisi penyeberangan di Selat Sunda.
Hingga Minggu (6/9/2026), operasional kapal masih dinilai aman untuk melayani masyarakat.
“Kami tidak hanya memonitor kondisi penerbangan, tapi kami juga memonitor penyeberangan di Selat Sunda khususnya, di mana saat ini secara operasional penyeberangan masih bisa dilakukan,” kata Dudy dalam jumpa pers pembaruan situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang dipantau secara daring di Jakarta.
Meski layanan tetap berjalan, Kemenhub meminta otoritas pelabuhan dan operator kapal terus memperbarui informasi mengenai kondisi di lapangan. Operator juga diingatkan tidak memaksakan pelayaran apabila situasi dinilai tidak aman.
Keselamatan pelayaran menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasian layanan penyeberangan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Operator pelabuhan dan kapal juga diimbau menyediakan masker bagi penumpang sebagai perlindungan terhadap potensi paparan abu vulkanik.
Di sisi lain, Kemenhub belum menambah armada kapal pada lintasan Merak-Bakauheni. Dudy mengatakan kapasitas kapal yang tersedia masih mencukupi kebutuhan karena jumlah penumpang justru menunjukkan tren penurunan sejak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kami belum melakukan penambahan jumlah kapal penyeberangan dari Merak-Bakauheni karena kecenderungan penumpang saat ini justru malah menurun,” ujar Dudy dilansir dari Antara.
Menurutnya, penurunan tersebut diduga terjadi karena sebagian masyarakat memilih menunda perjalanan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda.
“Dengan kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau, banyak penumpang yang sepertinya membatalkan penyeberangan dari Merak ke Bakauheni ataupun sebaliknya,” kata Menhub.
Karena jumlah pengguna jasa menurun, Kemenhub menilai penambahan kapal belum diperlukan untuk saat ini.
“Jadi, penambahan kapal penyeberangan belum kami lakukan, belum kami pandang perlu mengingat jumlah penumpang juga berkurang,” tambah Dudy. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

