Senin, 12 Oktober 2026

Fikih Pangan hingga Perlindungan Lansia Masuk Bahasan Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Persiapan menuju Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Senin (12/10/2026). Foto: Umsura

Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah akan membahas lima materi utama, mulai dari fikih lanjut usia dan kedaulatan pangan hingga penguatan akidah serta akhlak Islam praktis.

Pembahasan dalam Munas Tarjih Muhammadiyah tersebut, akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), pada 5-7 November 2026.

Prof. Ustadi Hamsah Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengatakan, fikih lanjut usia menjadi salah satu materi yang dibahas untuk menghadirkan tuntunan Islam terkait kehidupan, pelayanan, perlindungan, dan pelaksanaan ibadah bagi kelompok lansia.

Sementara itu, fikih kedaulatan pangan diarahkan untuk membahas kemandirian pangan, keadilan akses, kesejahteraan petani dan nelayan, pemanfaatan teknologi, serta perlindungan keluarga dan kelompok rentan.

Tiga materi lainnya adalah Risalah Akidah Islam Muhammadiyah, Risalah Akhlak Islam Praktis, serta pengembangan Himpunan Putusan Tarjih, termasuk pembahasan hukum taswib.

“Kami berharap Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan keagamaan, tetapi juga memperkuat peran Majelis Tarjih sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam yang mencerahkan, responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu menawarkan solusi bagi persoalan umat, bangsa, dan kemanusiaan global,” katanya di Umsura, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Selain sidang Munas, panitia juga menyiapkan dua seminar nasional. Seminar pertama mengangkat tema “Menuju Kedaulatan Pangan Berbasis Nilai Islam: Ikhtiar Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa”.

Forum tersebut akan menghubungkan kebijakan pangan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perspektif fikih, serta pemberdayaan masyarakat.

Seminar kedua membahas manhaj tarjih dan ijtihad Muhammadiyah, mulai dari warisan pemikiran K.H. Mas Mansur hingga persoalan kebangsaan masa kini.

Lebih lanjut, panitia juga akan menggelar Muhammadiyah Heritage Walk untuk menelusuri jejak sejarah K.H. Mas Mansur di Surabaya, termasuk mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan kehidupan dan perjuangannya serta berziarah ke makamnya.

Sementara itu, Prof. Mundakir Rektor Umsura menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah.

Mundakir memastikan, kampus telah menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan untuk menyambut peserta dari berbagai daerah.

“Insyaallah, kami telah menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan dengan sebaik-baiknya untuk menyambut seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ucapnya.

Mundakir mengatakan, Munas Tarjih merupakan forum penting yang mempertemukan pemikiran keislaman, tradisi keilmuan, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat.

“Karena itu, penyelenggaraan Munas di lingkungan kampus diharapkan dapat memperkuat dialog antara ulama, akademisi, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat,” ujarnya.

Mundakir juga berharap dua seminar nasional dalam rangkaian Munas dapat membuka peluang kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang kedaulatan pangan dan pengembangan pemikiran Islam berkemajuan.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat tradisi intelektual Muhammadiyah, tetapi juga menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah mengusung tema “Satu Abad Tarjih: Meneguhkan Akidah, Memperindah Akhlak, Menguatkan Ibadah dan Memberdayakan Umat untuk Peradaban Berkemajuan”.

Agenda tersebut akan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
29o
Kurs