Jumat, 2 Oktober 2026

Flyover Gedangan Dirancang Enam Lajur, Diproyeksi Antisipasi Macet 30 Tahun Kedepan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Rapat koordinasi pembahasan kesepakatan ROW Flyover Gedangan di Ops Room Kabupaten Sidoarjo, Kamis (1/10/2026). Foto: Pemkab Sidoarjo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali sepakat pembangunan Flyover Gedangan menggunakan skema right of way (ROW) enam lajur dua arah. Skema itu dinilai mampu mengantisipasi peningkatan volume/kemacetan hingga 30 tahun mendatang.

Subandi Bupati Sidoarjo mengatakan, penggunaan enam lajur itu dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang. Sebab, jika hanya menggunakan empat lajur, kapasitas jalan diperkirakan mencapai titik jenuh dalam waktu sekitar 15 tahun.

“Kalau kita menggunakan enam lajur, harapannya titik jenuh bisa teratasi sampai 30 tahun ke depan. Karena ini termasuk proyek nasional, harus dipertimbangkan untuk jangka panjangnya,” ujar Subandi seusai rapat koordinasi pembahasan kesepakatan ROW Flyover Gedangan di Ops Room Kabupaten Sidoarjo, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, karena pembangunan Flyover Gedangan merupakan bagian dari program nasional, desain dan kebutuhan ruang jalan harus dipersiapkan secara matang.

“Program nasional ini harus kita pikirkan untuk 30 tahun ke depan. Kalau DED (dokumen perencanaan teknis tingkat akhir) sekarang sudah diputuskan, tinggal satu langkah lagi untuk menyelesaikannya,” katanya.

Subandi berharap kesepakatan mengenai skema ROW segera tercapai. Saat ini, BBPJN dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih membahas kebutuhan ruang serta desain pembangunan flyover.

Donny perwakilan PT KAI dalam rapat itu menyatakan mendukung pembangunan Flyover Gedangan. Tapi, pihaknya masih membutuhkan kepastian mengenai skema ROW enam lajur dua arah, agar kebutuhan teknis dapat disesuaikan dengan ruang milik perkeretaapian.

Sementara itu, Denny Michels Adlan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya mengatakan desain flyover juga harus mempertimbangkan rencana pengembangan sistem perkeretaapian, termasuk program Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

Menurutnya, pembangunan flyover perlu memastikan tidak mengganggu pengembangan jalur kereta api di masa mendatang.

“Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah batas ketinggian ruang milik jalan (rumija) dan ruang manfaat jalan (rumaja). Jangan sampai nantinya mengganggu arus kereta api serta akses menuju Stasiun Gedangan. Ketinggian ini harus menjadi pertimbangan dalam desain,” jelasnya.

Selain itu, tata ruang dan arus lalu lintas di sekitar emplasemen Stasiun Gedangan juga perlu diperhitungkan, karena terdapat persimpangan sebelum sinyal masuk yang berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas.

“Perlu ada rekayasa lalu lintas dan penanganan perlintasan. Kami tidak mungkin menggeser stasiun sebab akan mengubah geometri,” pungkasnya. (bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 2 Oktober 2026
26o
Kurs