Jazuli Juwaini Anggota DPR RI dari Fraksi PKS mengatakan, serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela sebagai tindakan sepihak yang mencederai prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Menurutnya, selain melanggar kedaulatan negara, tindakan Militer AS atas Perintah Donald Trump Presiden juga mengabaikan mekanisme hukum serta diplomasi internasional yang selama ini menjadi fondasi terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia.
“Tidak ada satu pun negara di dunia yang berhak menggunakan kekuatan militer secara sepihak atas nama kepentingan politik dan kekuasaan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (4/1/2026).
Dia menilai, serangan militer dan aksi penangkapan Nicolas Maduro Presiden Venezuela beserta Cilia Flores istrinya sangat berbahaya kalau dibiarkan atau bahkan dianggap sebagai hal yang normal dalam hubungan internasional.
Lebih lanjut, Jazuli menyatakan, kalau hukum internasional runtuh, dunia akan berada di ambang kekacauan dan ketidaktertiban global.
“Jangan sampai tindakan ini menjadi preseden buruk, seolah-olah hukum internasional tidak lagi diindahkan dan bisa dilanggar begitu saja oleh negara-negara berkuasa. Jika hukum internasional runtuh, maka dunia akan berada di ambang kekacauan,” ucap Jazuli.
Rusaknya hukum internasional juga akan memperbesar potensi konflik antarnegara, dan meningkatkan eskalasi ketegangan.
Sehingga, Perang Dunia Ketiga bisa terjadi kapan saja kalau negara-negara super power terus memaksakan keinginannya dengan kekuatan militer.
“Dalam kondisi seperti ini, ancaman terjadinya Perang Dunia Ketiga bukanlah sesuatu yang mustahil. Perang bisa pecah kapan saja,” tegasnya.
Untuk mencegah perang dunia, Jazuli menuntut PBB menegakkan hukum internasional secara adil dan tegas, serta mendorong penyelesaian konflik lewat jalur diplomasi.
“Perdamaian dunia hanya dapat dijaga jika semua negara, tanpa kecuali, tunduk pada hukum internasional dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta kemanusiaan,” tandasnya.
Seperti diketahui, Donald Trump Presiden AS mengumumkan kepada dunia pihaknya melancarkan serangkaian serangan militer ke Venezuela dan menjalankan operasi penangkapan Nicolas Maduro.
Trump menuduh Maduro sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas terorisme, perdagangan narkoba, dan tindak kejahatan lainnya.(rid)
NOW ON AIR SSFM 100
