Minggu, 8 November 2026

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang Tengah, Lebih dari 20 Orang Terluka

Laporan oleh Dimas Ayuna
Bagikan
Ilustrasi - Seismograf mendeteksi dan merekam getaran atau gelombang seismik dari gempa bumi atau aktivitas geologi lainnya. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Gempa bumi berkekuatan magnitudo sementara 5,7 mengguncang wilayah Jepang tengah pada Minggu (8/11/2026) dini hari waktu setempat. Sedikitnya 20 orang lebih dilaporkan terluka di Prefektur Aichi dan Shizuoka akibat gempa tersebut.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa terjadi pukul 01.04 waktu setempat, dengan pusat gempa berada di wilayah barat Prefektur Shizuoka pada kedalaman sekitar 40 kilometer.

Melansir Kyodonews, guncangan terkuat tercatat di wilayah Chita, Prefektur Aichi, dengan intensitas 5 kuat (upper 5) berdasarkan skala intensitas seismik Jepang.

Sementara itu, intensitas 5 lemah (lower 5) terdeteksi di sejumlah wilayah Prefektur Aichi, Nagano, dan Gifu.

Pada intensitas 5 kuat, sebagian besar orang akan kesulitan berjalan tanpa berpegangan pada benda di sekitarnya. Perabotan yang tidak terpasang kuat juga berpotensi terjatuh akibat guncangan.

Adapun pada intensitas 5 lemah, benda-benda seperti piring dan buku dapat terjatuh dari rak.

Meski guncangan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah, JMA tidak mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa terjadi.

Gempa tersebut juga sempat mengganggu sejumlah layanan transportasi kereta api di Jepang tengah.

Beberapa perjalanan kereta lokal dihentikan sementara untuk pemeriksaan keselamatan. Sementara itu, layanan kereta cepat Tokaido Shinkansen mengalami keterlambatan di jalur antara Stasiun Shizuoka dan Gifu-Hashima.

Operator kereta JR Central menjelaskan, keterlambatan terjadi karena kereta harus melaju dengan kecepatan lebih rendah dari biasanya sebagai langkah pengamanan setelah gempa.

Namun, operasional kereta dengan kecepatan normal telah kembali dilakukan sebelum tengah hari.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Hamaoka di Prefektur Shizuoka yang berada tidak jauh dari kawasan terdampak gempa.

Chubu Electric Power Co., perusahaan pengelola fasilitas tersebut, memastikan tidak ditemukan kelainan atau gangguan pada PLTN Hamaoka setelah gempa terjadi.

PLTN tersebut berada di dekat wilayah yang diperkirakan menjadi sumber potensial megagempa Palung Nankai (Nankai Trough).

Palung Nankai merupakan zona pertemuan lempeng tektonik di lepas pantai selatan Jepang yang berpotensi memicu gempa bumi besar.

Meski demikian, JMA menyatakan kemungkinan gempa pada Minggu dini hari berkaitan dengan potensi megagempa Palung Nankai tergolong rendah.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjelaskan hasil penilaian awal terhadap aktivitas seismik yang terjadi.

Sementara itu, Pemerintah Pusat Jepang telah membentuk kantor penghubung untuk mengoordinasikan respons terhadap gempa.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan dampak gempa, termasuk mengumpulkan informasi kerusakan, korban, serta kondisi fasilitas dan layanan publik di wilayah terdampak. (dim)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Minggu, 8 November 2026
34o
Kurs