Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mencatat puluhan bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah tersebut.
Radite Suryo Anggono Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan mengatakan, hingga Sabtu (7/2/2026), pendataan sementara mencatat sedikitnya 43 bangunan terdampak.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses asesmen lapangan belum sepenuhnya rampung.
“Data sementara ada 43 bangunan terdampak gempa. Pendataan masih terus berjalan dan bisa bertambah,” ujar Radite.
Ia menjelaskan, dari total bangunan yang terdata, sebanyak 38 unit merupakan rumah warga. Sementara lima bangunan lainnya adalah fasilitas umum, termasuk kantor pemerintah desa dan bangunan sekolah.
“Untuk rumah warga, empat unit mengalami kerusakan sedang, sedangkan 34 lainnya masuk kategori rusak ringan,” katanya dilansir dari Antara.
Radite menambahkan, tingkat kerusakan bervariasi dengan mayoritas berupa kerusakan ringan. Bentuk kerusakan yang banyak ditemukan antara lain genteng bergeser hingga jatuh, terutama di wilayah Kecamatan Pringkuku yang terdampak cukup signifikan.
Saat ini BPBD Pacitan masih melakukan klasifikasi kerusakan secara lebih rinci sebagai dasar pelaporan kepada Bupati Pacitan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur.
“Pendataan dan verifikasi terus kami lakukan agar penanganan serta tindak lanjut bantuan bisa tepat sasaran,” ujar Radite.
Gempa bumi bermagnitudo 6,4 tersebut diketahui berpusat di perairan selatan Pacitan dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan sempat menimbulkan kepanikan warga.
BPBD Pacitan mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kerusakan bangunan yang berisiko membahayakan keselamatan. (ant/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
