Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, aktivitas Gunung Merapi berada pada level III atau siaga, salam periode pengamatan Jumat (20/2/2026) pukul 12.00-18.00 WIB.
Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang dibuat oleh Alzwar Nurmanaji dan Yulianto tim penyusun laporan, kondisi cuaca di sekitar Merapi terpantau berawan dengan angin bertiup tenang ke arah selatan. Suhu udara berkisar 21,2–22,4 derajat Celsius dengan kelembapan 79,9–97 persen. Curah hujan tercatat 6 milimeter per hari.
“Secara visual, puncak Merapi teramati berkabut tipis hingga sedang. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih terpantau cukup tebal dengan tinggi sekitar 20 meter di atas puncak kawah,” terangnya kepada suarasurabaya.net pada Jumat (20/2/2026).
Dari sisi kegempaan, pihaknya mencatat 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–80 milimeter dan durasi 28,84–186,67 detik. Selain itu, terjadi 22 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–28 milimeter, selisih waktu S–P 0,4–0,8 detik, serta durasi 11,11–62,87 detik.
Dalam periode yang sama, teramati satu kali guguran lava mengarah ke barat daya melalui Kali Bebeng dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter. Aktivitas ini menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sementara pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
“Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” terangnya kepada suarasurabaya.net pada Jumat (20/2/2026).
Data pemantauan, kata dia, menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Pada periode pengamatan pukul 06.00 – 12.00 WIB, teramati satu kali guguran lava ke arah Barat Daya atau Kali Bebeng dengan jarak luncur 1.500 meter.
Dengan kondisi itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Selain itu, ia juga menekankan agar masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,” katanya.
Pihaknya memastikan, jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.(ris/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
