Senin, 16 Maret 2026

Gunung Merapi Berstatus Siaga, Luncurkan Awan Panas Guguran 1,6 Km Senin Pagi

Laporan oleh Magang Suara Surabaya
Bagikan
Aktivitas Gunung Merapi, Senin (16/3/2026). Foto: Tribun Jogja/BPPTKG Yogyakarta

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) dilaporkan meluncurkan awan panas guguran sebanyak dua kali pada Senin (16/3/2026) dini hari.

Agus Budi Santoso Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengatakan awan panas guguran tersebut meluncut ke arah baray daya dengan ajrak luncur 1,6 kilometer.

“Teramati dua kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter,” ucap Agus dalam keterangannya, dilansir dari Antara.

Berdasarkan pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, awan panas guguran itu tercatat memiliki amplitudo 18-33 mm dengan durasi 175,24-188,35 detik.

Selama periode pengamatan, Gunung Merapi juga mengalami 49 gempa guguran dengan amplitudo 2-41 mm dan durasi 57,8-182,25 detik. Selain itu gemba hibrid atau fase banyak juga terjadi 14 kali dengan amplitudo 2-30 mm dan durasi 26,98-49,61 detik.

Selain itu BPPTKG mencatat adanya aktivitas guguran lava sebanyak 20 kali ke arah barat daya atau Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,8 km ke barat daya atau Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum sama.

Gunung secara jelas terlihat dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di sekitar gunung terlihat berawan hingga cerah. Suhu udaranya berada pada kisaran 17,2-19,2 derajat Celcius.

Morfologi kubah Gunung Merapi bagian barat daya mengalami perubahan akibat aktivitas guguran lava dan perubahan volume kubah, berdasarkan data BPPTKG periode 6-12 Maret 2026.

“Untuk kubah tengah tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan,” ujar Agus.

Analisis foto udara pada 20 Februari 2026 mencatat volume kubah barat daya Merapi sebesar 4.044.000 meter kubik, sementara volume kubah tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.

Saat ini status Gunung Merapi dipertahankan pada Level III atau Siaga oleh BPPTKG.

Potensi bahaya berasal dari guguran lava dan awan panas pada bagian selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng, sejauh maksimal tujuh kilometer.

Jika letusan eksplosif terjadi, lontaran material vulkanik dari gunung menjangkau sejauh tiga kilometer dari puncak gunung. (ant/vve/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 16 Maret 2026
33o
Kurs