Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) mengalami erupsi disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 3.500 meter ke arah Besuk Koboan pada, Minggu (29/3/2026) pagi.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.49 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Mukdas Sofian Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Minggu (29/3/2026) yang dikutip Antara.
Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 6 detik.
“Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan,” tuturnya.
Berdasarkan catatan petugas, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu tercatat sudah mengalami sembilan kali erupsi pada Minggu sejak pukul 00.21 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 800 meter di atas puncak dan erupsi ke-9 terjadi pada pukul 08.49 WIB yang disertai awan panas guguran.
Erupsi dengan letusan tertinggi terjadi pada pukul pukul 01.01 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
Mukdas menjelaskan bahwa saat ini Gunung Semeru dalam status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga rekomendasi untuk masyarakat yakni tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
