Jumat, 30 Januari 2026

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Pagi Ini, Kolom Letusan Tercatat Hingga 1 Km

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Gunung Semeru erupsi pada Jumat (30/1/2026). Foto: Antara

Gunung Semeru yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi tiga kali dengan tinggi letusan mencapai 1 kilometer (km) pada Jumat (30/1/2026) pagi.

Berdasarkan laporan tertulis Sigit Rian Alfian Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 04.44 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Melansir Antara, kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter (mm) dan durasi 154 detik.

Erupsi kedua terjadi pukul 05.16 WIB dengan tinggi kolom letusan lebih tinggi dari yang pertama yakni teramati sekitar 900 meter di atas puncak (4.576 mdpl).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 122 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 05.52 WIB dan tinggi kolom letusan lebih tinggi dari yang kedua yakni mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak ( 4.676 mdpl).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 108 detik.

BACA JUGA: Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 700 Meter di Atas Puncak

Sigit menjelaskan, Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.(ant/ily/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 30 Januari 2026
32o
Kurs