Selasa, 13 Oktober 2026

Gus Yusuf Ajak Muktamirin Pilih Pemimpin NU dengan Basyiroh, Bukan Bisyaroh

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Sidang Pleno I dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Jumat (28/8/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

KH Yusuf Chudlori, Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Pendidikan Islam Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah, mengajak muktamirin untuk mengikuti seluruh agenda muktamar dengan hati yang digerakkan oleh basyiroh (nurani), bukan digerakkan oleh bisyaroh (iming-iming).

“Dengan basyiroh dan hati yang jernih, maka akan menghasilkan keputusan keputusan muktamar dan pemimpin NU yang memperkuat NU. Tapi kalau digerakkan oleh bisyaroh maka keputusan yang dihasilkan hanya akan menguntungkan kelompok tertentu,” katanya, pada Jumat (28/8/2026).

Gus Yusuf mengatakan, muktamar yang digerakkan dengan semangat basyiroh akan memberikan kesempatan terbuka kepada semua kader terbaik NU, sehingga tidak ada saling menjegal dalam kontestasi calon Ketua Umum PBNU.

“Muktamar adalah ruang terbaik untuk semua kader,” ucapnya.

Ia mengatakan, proses pemilihan calon Ketua umum PBNU memiliki aturan main yang sudah jelas, yakni dikembalikan kepada AD/ART dan qanun asasi NU, sehingga tidak boleh dipersempit menggunakan Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang derajatnya dibawah AD/ART.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
26o
Kurs