Rabu, 7 Januari 2026

HAB ke-80 Digelar Sederhana, Kemenag Alihkan Anggaran untuk Korban Bencana

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Nasaruddin Umar Menteri Agama saat pidato di acara Tasyakuran HAB ke-80 digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1/2026), Foto: istimewa

Kementerian Agama (Kemenag) RI memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 secara sederhana. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra, dengan mengalihkan sebagian anggaran kegiatan untuk bantuan kemanusiaan.

Tasyakuran HAB ke-80 digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1/2026), mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.

Nasaruddin Umar Menteri Agama mengatakan, kesederhanaan peringatan HAB tahun ini merupakan pilihan sadar Kemenag untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini kami laksanakan secara sederhana sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana. Dana yang tersedia kami fokuskan untuk bantuan kemanusiaan,” ujar Menag.

Menurutnya, keputusan tersebut justru membawa hikmah. Sejumlah program Kemenag yang sempat tertunda pencairannya mendapat izin relokasi anggaran sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanganan bencana.

“Dari relokasi itu, kami bisa mengalokasikan bantuan dengan nilai yang cukup besar bagi masyarakat terdampak. Ini menjadi pengingat bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh rakyat,” katanya.

Nasaruddin menjelaskan, bantuan kemanusiaan disalurkan melalui sinergi Kemenag bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Zakat (FOZ), Poroz, serta jaringan masjid dan lembaga keagamaan, termasuk Masjid Istiqlal.

Hingga saat ini, total bantuan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp155 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp66,47 miliar bersumber dari APBN, sementara sisanya berasal dari program Kemenag Peduli, donasi ASN, serta dukungan lembaga zakat dan wakaf.

“Penyaluran bantuan kami lakukan secara bertahap dan hati-hati, menyesuaikan kondisi lapangan. Beberapa wilayah masih tergenang air dan akses infrastruktur baru saja pulih,” jelas Menag.

Bantuan tersebut difokuskan untuk pemulihan fasilitas keagamaan dan pendidikan, antara lain 1.137 masjid, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, serta bantuan bagi lebih dari 11 ribu guru dan ratusan ribu siswa madrasah.

Menag menambahkan, hingga kini ratusan masjid dan madrasah telah kembali berfungsi, ribuan mushaf Al-Qur’an tersalurkan, serta berbagai bantuan sarana pembelajaran dan peralatan darurat telah diterima masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Menag juga mengapresiasi Dharma Wanita Persatuan Kemenag yang menggelar kegiatan donor darah dalam rangkaian HAB ke-80.

“Kegiatan donor darah ini sangat membantu, apalagi stok darah sering menipis menjelang Ramadan. Hampir 300 kantong darah berhasil dikumpulkan,” ujarnya.

Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama menjadikan usia 80 tahun Kemenag sebagai momentum memperkuat kerja ikhlas dan pengabdian.

“Capaian yang telah diraih patut disyukuri, termasuk indeks kerukunan umat beragama yang terus meningkat. Namun semua itu adalah amanah yang harus kita jaga dan tingkatkan demi Indonesia yang damai dan maju,” pungkasnya.(faz)

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 7 Januari 2026
28o
Kurs