Yulianto Founder dan Owner PT. Hanan Nusantara pada Jumat (3/4/2026), merespon laporan dan komplain yang disampaikan para calon jemaah umrah. Ia membenarkan adanya kegagalan berangkat ibadah umrah yang dikelola perusahaannya.
“Saya mewakili manajemen Hanan Nusantara mohon maaf lahir batin. Betul kami mengalami kegagalan berangkat, tertunda lalu gagal berangkat akibat konflik timur tengah,” kata Yulianto saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Jumat sore.
Dia merinci pada bulan Ramadan ada lima keberangkatan. Empat berhasil, tapi satu keberangkatan terakhir tidak bisa. Kemudian pada Syawal tertunda 6 orang.
“Sebagian sudah mengajukan pengajuan pembatalan, sudah kita kembalikan meski belum utuh. Sebagian yang bersedia mundur di musim depan, juga sudah kami berikan jadwal keberangkatan,” tuturnya.
BACA JUGA: Jemaah Mempertanyakan Kejelasan Keberangkatan Umrah Hanan Nusantara
Yulianto pun menyampaikan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh. “Saya selaku manajemen Hanan Nusantara bertanggung jawab penuh atas refund jemaah yang tertunda karena kondisi dan situasi. Jemaah bisa langsung menghubungi saya di 081220847120, kalau ada kendala ketika komunikasi dengan staf kami di kantor”.
Apabila ada jemaah yang mengalami kendala dengan staf di kantor Hanan Nusantara, Yulianto menjelaskan bahwa kantor baru buka kembali atau efektif tanggal 1 April 2026. Bukan tutup, meski ada pengurangan karyawan. “Tamu yang datang sebelum tanggal 1 April 2026 menduga tutup padahal kami ada. Kami juga sedang membentuk tim komplain,” kata Yulianto.
Lebih rinci, kata Yulianto, total jemaah yang gagal berangkat 49 orang dengan nilai pembayaran per jemaah Rp25 sampai 30 juta, sehingga totalnya Rp 1,4 miliar. Sebanyak 18 jemaah, kata dia, sudah mengajukan refund. Pengembalian yang sudah diterima jemaah bervariasi. Ada yang 70 persen, ada yang 50 persen, ada yang 15 persen.
“Kalau sampai ke saya, tidak sampai seminggu sudah ada proses pembayaran. Rata-rata maksimal tiga bulan selesai,” pungkasnya.(iss)
NOW ON AIR SSFM 100
