
Gita Pratama Kartasasmita Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia mengatakan HBN 2026 dirancang dengan pendekatan yang lebih terbuka dan interaktif agar batik semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Tahun ini kami ingin membawa batik keluar dari ruang museum dan masuk ke ruang publik agar dapat membangun interaksi dengan masyarakat sekaligus memberikan pengetahuan seputar jenis batik yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan yang memadukan fesyen, teknologi, kreativitas, dan industri, generasi muda diharapkan dapat menemukan alasan tersendiri untuk mencintai batik.
“Kami ingin mereka mencintai batik bukan karena keharusan, tetapi karena menemukan alasan sendiri untuk mencintainya. Diharapkan dengan adanya pameran ini, generasi muda dapat merasakan dan melihat sendiri pengalaman dengan batik sehingga dapat menjadi inspirasi sebagai bagian dari gaya hidup modern,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

