Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mulai menyiagakan satuan tugas (satgas) anti premanisme usai apel di Bala Kota Surabaya, hari ini, Senin (5/1/2026).
Pada apel itu, Eri meminta TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan negeri, hingga Satpol PP, BPBD, dan petugas terkait yang mengikuti apel sebagai satgas anti premanisme supaya menjaga Kota Surabaya.
“Surabaya tidak boleh ada kekerasan, Surabaya tidak boleh ada pemaksaan. Maka kita hadir di sini adalah memberikan ketenangan kepada warga Kota Surabaya,” kata Eri saat apel.
Ia juga minta satgas memberikan sosialisasi ke warga untuk segera melapor jika jadi korban premanisme. “Langsung bisa ke 112 atau hotline langsung ke tempat satgas penanganan premanisme Kota Surabaya,” katanya.
Adapun kantor Satgas Anti Premanisme yang diresmikan hari ini, berkantor di samping Gedung Inspektorat Surabaya di Jalan Sedap Malam, Ketabang, Kecamatan Genteng.

Warga bisa langsung datang untuk melapor jika menjadi tindak premanisme. Selanjutnya, satgas akan menindaklanjuti dengan menangkap pelaku tindak kekerasan tersebut.
“Seluruh jajaran Forkompinda tidak akan pernah main-main dengan hal ini. Karena kekerasan pemaksaan premanisme tidak boleh ada di Kota Surabaya. Tapi masyarakat juga harus diinformasikan,” bebernya lagi.
Selain kantor di samping Inspektorat Kota Surabaya, posko satgas juga didirikan di 5 wilayah utara, barat, selatan, timur, dan pusat Surabaya.
Satgas anti premanisme juga menjalankan tugas satgas mafia tanah untuk menangani permasalahan sengketa tanah bersama kelurahan dalam waktu maksimal 2 x 24 jam. (lta/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
