Menurut Syafii, kondisi itu jauh melampaui kemampuan normal penyelam yang berada di kisaran 0,5 knot. Bahkan, personel dengan kemampuan khusus hanya mampu menghadapi arus maksimal sekitar 2,5 knot.
Akibatnya, penyelaman hanya memungkinkan dilakukan dalam waktu singkat ketika terjadi pergantian pasang naik dan pasang surut air laut.
“Artinya pada saat pasang naik dan pasang turun saat itulah sebenarnya ada jeda waktu yang sebentar untuk bisa kami lakukan,” jelasnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Syafii menilai proses pengangkatan atau pemindahan bangkai kapal (salvage) perlu dipercepat dan dilakukan bersamaan dengan operasi pencarian.
Ia mengatakan, meskipun terdapat batas waktu hingga 180 hari untuk memindahkan bangkai kapal, proses tersebut diharapkan bisa dilaksanakan lebih cepat karena tim SAR telah melihat masih ada korban di dalam kapal.

NOW ON AIR SSFM 100

