Suara Surabaya Academy (SSA) kembali menggelar pelatihan Jago Ngonten pada Sabtu (17/10/2026).
Pantauan suarasurabaya.net, pada hari pertama penyelenggaraan, ada sekitar 17 couple atau 34 peserta Bro and Sis yang merupakan pelajar terkurasi dari berbagai SMA di Surabaya.
Ananda Maharani Project Leader SSA mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Suara Surabaya Media dengan Yamaha, dalam rangkaian Fazzio Youth Festival. Kolaborasi ini dinilai strategis di tengah pergeseran tren pemasaran konvensional ke pemasaran berbasis kreator sebaya.
“Jadi teman-teman dari Yamaha itu sudah mengadakan yang namanya Fazzio Youth Festival. Mereka mengakomodir anak-anak muda di Kota Surabaya di usia SMA, dimana mereka akan dilatih untuk menjadi branding personal, kayak jadi BA-nya dari produk motor Fazzio by Yamaha,” ujar Nanda, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, Yamaha tidak hanya mencari duta produk, melainkan juru bicara yang memahami bahasa audiens Gen Z di media sosial.
“Insyaallah hari ini ada 17 couple yang akan mendapatkan pelatihan secara intensif dari pemateri-pemateri yang kita miliki,” katanya.
Pada hari pertama, peserta dibekali tiga materi utama. Pertama, public speaking khusus di depan kamera yang akan diisi Ajib Syahrian Nor Penyiar Suara Surabaya sekaligus Creative Director Dialogtika. Materinya fokus pada teknik berbicara di depan kamera, ekspresi, dan gestur.
Kedua, videografi menggunakan handphone yang akan diisi Yustito Hendrawan Tim Videografi Suara Surabaya dengan materi yang dibuat sederhana dan aplikatif mengingat keseharian peserta yang lekat dengan handphone.
Ketiga, content creator yang akan diisi Dimas Ayuna Tim Content Creator Suara Surabaya. Nanda menegaskan, konten tidak sekadar membuat video lalu di-upload, melainkan harus memiliki struktur yang jelas.
“Tapi kan harus ada strukturnya yang jelas, storytellingnya harus seperti apa, pemilihan angle, ataupun juga hook CTA-nya itu harus jelas, apakah video yang nanti di-upload itu benar-benar bisa engage ke audience dan bisa benar-benar menampilkan si produk Fazzio-nya itu, termasuk juga branding dari si Bro and Sis-nya sendiri,” jelasnya.
Nanda berharap bekal teori di hari pertama ini menjadi modal sebelum peserta menjalani praktik lapangan dan produksi konten pada hari kedua, agar mampu menjadi kreator yang mewakili citra Yamaha Fazzio.
“Supaya mereka nantinya bisa jadi juru bicara, jadi kreator konten juga yang tentunya oke, yang bisa mewakili citra dari si Yamaha Fazzio sendiri. Mereka bisa menunjukkan bagaimana menjadi anak muda yang fashionable, yang punya value, high value, dan tentunya juga bisa menyampaikan ide produk secara percaya diri, natural dan juga berkelas,” pungkasnya.(fia/kir/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

