KH. Masduki Thoha Ketua PCNU Kota Surabaya mengajak santri memperkuat peran dalam pembangunan kota melalui penguasaan teknologi digital, pemberdayaan ekonomi umat, dan keterlibatan dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Menurut Masduki, momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya berperan menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.
“Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran strategis santri dalam perjalanan sejarah bangsa,” katanya pada Rabu (21/10/2026).
Ia mengingatkan, ulama dan santri memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta membangun fondasi moral dan spiritual bangsa.
Semangat perjuangan tersebut menurutnya harus dilanjutkan melalui peran aktif santri dalam menjawab tantangan zaman.
Masduki menekankan, santri perlu memiliki penguasaan ilmu agama yang kuat, wawasan kebangsaan, kemampuan teknologi digital, serta jiwa kewirausahaan, agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri.
Di Surabaya, lanjut dia, kontribusi santri dapat diwujudkan melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, ia juga menekankan agar santri terlibat dalam pembinaan generasi muda untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, intoleransi, dan berbagai persoalan sosial lainnya.
“Surabaya membutuhkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, kreatif, dan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ucapnya.
Untuk mendukung peran tersebut, PCNU Surabaya mendorong pesantren, lembaga pendidikan, badan otonom, dan elemen NU bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta masyarakat.
Masduki menegaskan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penjagaan adab dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Santri juga perlu mempertahankan semangat toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air di tengah perkembangan zaman.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PCNU Surabaya mengajak seluruh keluarga besar pesantren memperkuat komitmen membangun generasi unggul dan berkarakter untuk mewujudkan Surabaya yang maju, humanis, inklusif, dan penuh keberkahan.
“Dari pesantren kita bangun peradaban, dari santri kita kuatkan karakter bangsa, dari Surabaya kita berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga dengan tema utama ini menguatkan akar tradisi menjaga keutuhan negeri, santri berdaya, surabaya berjaya, indonesia jaya,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

