“Panggilan dalam melakukan peringatan HSN ini sebenarnya merupakan hajatan Nusantara, berlaku untuk seluruh elemen masyarakat Indonesia sebagai bagian dari momentum untuk merawat ingatan sejarah dan memperkuat nilai kebangsaan,” ucapmya.
Ia menjelaskan, Resolusi Jihad menjadi salah satu pemantik perjuangan santri dan rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan hingga munculnya peristiwa 10 November 1945.
Semangat perlawanan tersebut juga menginspirasi masyarakat di berbagai daerah untuk berjuang mengusir penjajah.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri harus mampu mengaktualisasikan nilai nasionalisme, cinta tanah air, keilmuan, dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai tersebut perlu terus dirawat agar kontribusi santri dan ulama tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” imbuhnya.
NOW ON AIR SSFM 100

