Ratusan murid jenjang TK hingga SMA dari Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah, memperingati Haul KH Abdul Wahab Turcham di Gedung Islamic Center, Surabaya pada Minggu (25/1/2026).
Abdullah Sani Ketua Yayasan Khadijah mengatakan, haul digelar untuk memperingati jasa-jasa KH Abdul Wahab Turcham terhadap berdirinya sekolah Khadijah dan saat berjuang di Nahdlatul Ulama (NU).
“Tidak hanya pada sekolah Khadijah tapi juga pada pendidikan NU. Beliau itu selalu ditugasi Kiai Hasyim Asyari ketika ada santri Kiai Hasyim yang tidak betah di pondok. Dengan pendekatan khusus, Kiai Wahab Turcham bisa membuat santri merasa betah di pondok,” katanya.
Jasa KH. Abdul Wahab Turcham, kata dia, sangat besar dalam dunia pendidikan, karena menjadi cikal bakal berdirinya yayasan yang menaungi sekolah dadi jenjang TK hingga SMA di sejumlah lokasi di Surabaya.
Kemudian dalam proses pengajarannya, ditanamkan pendidikan karakter sebagai landasan menjadi orang yang sukses dengan profesi yang ditekuni masing-masing.

KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummar, Pacet, Mojokerto, mengaku kagum dengan konsep pesantren kota yang diterapkan oleh KH. Abdul Wahab Turcham. Menurutnya, apa yang diperjuangkan tersebut memiliki dampak yang baik untuk agama dan bangsa.
“Di kota ada pesantren, luar biasa itu. Di mana pesantren itu menjadi tempat untuk para generasi untuk menjaga paham Ahlussunnah Wal Jamaah serta menjaga negara kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.
Elly Munadziroh, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) salah satu alumni juga mengatakan bahwa apa yang diajarkan oleh KH Abdul Wahab Turcham semasa hidupnya memberi banyak manfaat bagi murid.
“Beliau bukan sekadar pendidik, beliau panutan. Saat pelajaran, beliau pasti keliling kelas, kalau ada kelas kosong tidak ada gurunya, beliau pasti masuk mengajar. Tapi ngajarnya tidak biasa, dengan praktik bukan teori,” ujarnya.
Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengajak untuk mengenang jasa-jasa KH Abdul Wahab Turcham yang juga telah memperjuangkan kaum perempuan bisa mendapatkan pendidikan seperti halnya laki-laki.
“Berkat beliau perempuan bisa sekolah, karena dulu cikal bakal Sekolah Khadijah ini sekolah khusus untuk perempuan,” tandasnya. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
