Jumat, 6 Februari 2026

Imbas Gempa Pacitan, BPBD: Korban Luka di Bantul Jadi 15 Orang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Visualisasi peta lokasi gempa magnitudo 5,5 terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Selasa (7/2/2026) dini hari. Foto: Tangkapan layar situs BMKG

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah korban luka akibat gempa bumi bermagnitudo 6.4 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (6/2/2026) dini hari, bertambah menjadi 15 orang.

Mujahid Amrudin Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Bantul mengatakan, berdasarkan data pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BPBD hingga pukul 09.30 WIB, tercatat 15 korban luka akibat gempa M6.4 pada pukul 01.06 WIB tersebut, dengan pusat gempa berada sekitar 89 kilometer (km) selatan Pacitan, dengan kedalaman 10 km.

“Korban yang luka sudah dirawat di RSUD Panembahan Senopati, RS Saras Adyatma, RS Santa Elisabeth, RS PKU Muhammadiyah, RS Permata Husada, juga ada korban dari Kecamatan Piyungan yang dirawat di RSUD Prambanan,” kata Mujahid, seperti dikutip Antara.

Pusdalops BPBD Bantul mengemukakan sebagian dari mereka langsung diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan, tetapi ada yang harus menjalani rawat inap, karena butuh penanganan lebih lanjut oleh rumah sakit.

“Ada sebagian yang melakukan rawat jalan, ada korban yang karena patah tulang masih diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit,” katanya.

BACA JUGA: Gempa Magnitudo 6,4 di Pacitan Guncang Jawa Timur

Sedangkan dampak bangunan yang mengalami kerusakan karena gempa tersebut menjadi 13 titik, meliputi rumah rusak delapan titik, tempat ibadah dua titik, fasilitas pemerintah satu titik, fasilitas pendidikan dua titik dan fasilitas kesehatan satu titik.

“Lokasi bangunan terdampak tersebar di 10 kapanewon (kecamatan), yaitu Banguntapan satu titik, Bantul satu titik, Imogiri satu titik, Jetis tiga titik, Kasihan tiga titik, Pajangan satu titik, Pleret satu titik, Pundong satu titik, Sedayu satu titik, dan Srandakan satu titik,” katanya.

Mujahid mengatakan berdasarkan analisis BMKG, gempa bumi Pacitan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Mengenai potensi gempa susulan akan didalami bersama BMKG dan berkoordinasi lebih lanjut.

“Hari ini tim BMKG ke BPBD untuk mendalami terkait potensi gempa susulan, apakah ada dampak terkait dengan Sesar Opak atau tidak. Kami imbau masyarakat tetap tenang, sambil update terkini BMKG. Jadi, masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga kewaspadaan,” katanya.(ant/ily/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 6 Februari 2026
31o
Kurs