Rabu, 8 Juli 2026

India dan Indonesia Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan hingga Industri dan Rudal

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Rudrendra Tandon, Sekretaris (Timur) Kementerian Luar Negeri India di Jakarta, Selasa malam (7/7/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Pemerintah India dan Indonesia sepakat membawa kerja sama pertahanan ke tahap yang lebih strategis dengan memperluas kolaborasi dari hubungan antarmiliter menuju kemitraan industri pertahanan.

Penguatan kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari industri perkapalan, sistem persenjataan, hingga teknologi rudal.

Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil pembahasan antara Narendra Modi Perdana Menteri India dan Prabowo Subianto Presiden RI dalam pertemuan kenegaraan di Jakarta.

Rudrendra Tandon Sekretaris (Timur) Kementerian Luar Negeri India mengatakan, sektor pertahanan dan keamanan menjadi agenda penting dalam pertemuan kedua pemimpin negara.

Menurutnya, India dan Indonesia selama ini telah menjalin hubungan pertahanan yang cukup erat, namun sebagian besar masih berfokus pada kerja sama antarmiliter.

Ke depan, kedua negara ingin memperluas cakupan kemitraan dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan.

“Dalam pembahasan hari ini, fokus kami adalah meningkatkan kerja sama yang selama ini ada menjadi kolaborasi yang juga melibatkan industri pertahanan kedua negara,” ujar Tandon di Jakarta pada Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan industri pertahanan India telah memiliki kematangan dan kemampuan teknologi di sejumlah sektor yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

Karena itu, kedua negara membahas pembentukan kerangka kerja agar perusahaan-perusahaan pertahanan dapat mulai bekerja sama secara lebih intensif.

Menurut Tandon, pembahasan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari industri perkapalan, sistem persenjataan hingga kerja sama di sektor rudal.

“Kami membahas kerja sama di bidang perkapalan, sistem persenjataan, hingga kerja sama di sektor rudal,” ujarnya.

Selain itu, sistem rudal BrahMos juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin negara. Namun, ia menegaskan pembicaraan tersebut masih berada pada tataran penguatan kerja sama, sedangkan aspek komersial akan ditangani oleh perusahaan terkait.

“BrahMos memang menjadi bagian dari pembahasan. Namun, kesepakatan komersial tidak dibahas di tingkat para pemimpin negara karena hal itu menjadi urusan perusahaan yang akan menindaklanjutinya,” katanya.

Tandon menambahkan, perluasan kerja sama industri pertahanan menjadi bagian dari upaya kedua negara membangun kemampuan pertahanan yang lebih mandiri di tengah dinamika keamanan global.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat bagi India maupun Indonesia karena memungkinkan kedua negara mengembangkan sistem pertahanan berdasarkan kemampuan dan teknologi yang dimiliki sendiri.

“Karena itu, kami membahas bagaimana membangun kerangka kerja yang memungkinkan perusahaan-perusahaan pertahanan dari kedua negara mulai bekerja sama dan mempererat hubungan antarsektor industri pertahanan. Dalam konteks tersebut, pembahasan mencakup kerja sama di bidang perkapalan, sistem persenjataan, serta kerja sama di bidang rudal,” pungkasnya. (lea/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 8 Juli 2026
31o
Kurs