Secara khusus, Sugiono menyoroti penyitaan Pusat Pelatihan UNRWA di Kalandia, wilayah pendudukan Yerusalem Timur.
“Tindakan tersebut menghambat operasional Badan dan melanggar prinsip tidak dapat diganggunya kekebalan dan keutuhan fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa berdasarkan hukum internasional. Situasi ini tidak boleh terus berlanjut,” ujarnya.
Menlu RI menegaskan, Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada UNRWA. Tahun ini, Indonesia kembali memberikan kontribusi tahunan sebesar 1,2 juta dolar AS kepada badan tersebut. Ia juga mendorong negara-negara lain meningkatkan dukungan untuk memastikan keberlanjutan kerja UNRWA.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah penghormatan penuh terhadap mandat UNRWA, yang didukung oleh komitmen bersama untuk mempertahankan kerja badan tersebut,” katanya.
Selain dukungan operasional dan pendanaan, Sugiono menekankan pentingnya menjaga kredibilitas serta integritas UNRWA dari disinformasi dan berbagai upaya yang dapat melemahkan kerja badan tersebut.
“Indonesia akan terus berdiri bersama UNRWA dan mendukung mandat yang telah dipercayakan kepadanya,” kata Sugiono. (ant/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

