Kamis, 9 April 2026

Indonesia Pulangkan Tiga Artefak Bersejarah dari Belanda, Termasuk Asal Jawa Timur

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Prasasti Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah. Foto: istimewa

Pemerintah Indonesia menyambut pengembalian sejumlah artefak bersejarah dari Belanda sebagai bagian dari upaya repatriasi warisan budaya era kolonial.

Artefak tersebut meliputi Arca Shiva abad ke-13 dari Jawa Timur, Prasasti Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah, serta Al-Qur’an milik Teuku Umar yang dijadwalkan menyusul.

Repatriasi ini merupakan hasil kerja sama antara tim pemerintah Indonesia dan otoritas Belanda, yang difinalisasi dalam pertemuan di Den Haag antara Fadli Zon Menteri Kebudayaan dan Eppo Bruins Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains Belanda.

Kesepakatan pengembalian resmi ditandatangani pada 31 Maret 2026 oleh Laurentius Amrih Jinangkung Duta Besar RI untuk Belanda bersama Youssef Louakili Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda.

Sebelumnya, artefak tersebut tersimpan di Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden.

Fadli Zon menegaskan bahwa pengembalian ini memiliki makna lebih dari sekadar pemindahan benda bersejarah.

“Pengembalian ini bukan sekadar pemindahan artefak, tetapi pemulihan memori kolektif dan martabat bangsa, serta langkah nyata menuju rekonsiliasi sejarah,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya nasional sekaligus memperbaiki ketimpangan sejarah akibat kolonialisme.

Pengembalian artefak ini juga melanjutkan tren positif kerja sama budaya antara Indonesia dan Belanda, termasuk keberhasilan pemulangan fosil Manusia Jawa pada 2025 setelah lebih dari satu abad berada di luar negeri.

Saat ini, proses pengiriman artefak sedang berlangsung menuju Indonesia dan direncanakan akan diserahkan ke Museum Nasional Indonesia untuk kepentingan edukasi dan penelitian.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melacak dan memulangkan warisan budaya Indonesia yang masih berada di luar negeri, sekaligus memperluas kolaborasi riset internasional dan akses publik terhadap kekayaan sejarah bangsa.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 9 April 2026
28o
Kurs