Rabu, 21 Januari 2026

Indonesia Rencana Bangun 10 Universitas Baru, Fokus Kedokteran dan Sains

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden ketika memimpin rapat terbatas melalui video conference di tengah agenda kunjungan kerja di London, Inggris, Senin (19/1/2026). Foto: BPMI Setpres

Prabowo Subianto Presiden RI mengumumkan rencana pembangunan 10 universitas baru di Indonesia yang fokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi.

Proyek ini bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga medis yang masih jauh dari cukup.

Setelah menghadiri forum UK-Indonesia Education Roundtable di London, Inggris pada Selasa (20/1/2025), Presiden menyoroti ketimpangan jumlah tenaga medis di tanah air.

“Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahun. Saat jumlah dokter mencapai 140 ribu, banyak yang sudah pensiun. Ini menuntut rencana strategis,” ujarnya.

Dilansir dari Antara, Prabowo menegaskan pemerintah ingin menggandeng universitas-universitas terkemuka di Inggris dalam proyek ini.

“Mereka sudah banyak bekerja sama dengan UI, UGM, dan universitas lain. Mereka juga memiliki kampus di Singosari dan Bandung, di bidang digital serta teknologi, yang sangat relevan dengan kebutuhan kita,” katanya.

Universitas baru tersebut akan menerapkan standar pendidikan tinggi Inggris, sekaligus menjaring lulusan terbaik dengan beasiswa penuh dari pemerintah. Presiden juga menyatakan kesiapan Indonesia membuka kesempatan bagi dosen dan profesor asing.

“Kita ingin mempercepat dan mengejar tingkat pendidikan setinggi mungkin, sederajat dengan universitas terbaik dunia,” tambahnya.

Rencana pembangunan ini juga mencakup pengembangan kawasan kampus yang aman dan nyaman, sehingga mampu menarik tenaga pengajar internasional. Presiden optimistis universitas-universitas baru dapat mulai menerima mahasiswa pada awal 2028.

“Rencananya, pada 2028 kita akan memiliki kelompok mahasiswa pertama di Indonesia,” ujarnya.

Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi, tetapi juga mendukung peningkatan layanan kesehatan nasional melalui ketersediaan tenaga medis yang memadai. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 21 Januari 2026
27o
Kurs