Indonesia menegaskan upaya perdamaian di Jalur Gaza, Palestina harus berjalan beriringan dengan pemulihan kehidupan masyarakat, mulai dari layanan dasar, infrastruktur, hingga penghidupan yang layak.
Sugiono Menteri Luar Negeri (Menlu) RI mengatakan, warga Gaza tidak boleh menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kembali kehidupan yang layak setelah terdampak konflik.
“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” kata Sugiono dalam pertemuan tingkat tinggi mengenai pemulihan awal Gaza di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9/2026) waktu setempat.
Adapun pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis di laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (25/9/2026).
Menurut Sugiono, penghentian kekerasan, gencatan senjata, dan kelancaran akses bantuan kemanusiaan harus jadi prioritas utama. Namun, langkah tersebut juga perlu disertai upaya pemulihan jangka panjang bagi masyarakat Gaza.
Ia menekankan bahwa bantuan kemanusiaan tidak cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Dukungan internasional juga harus membantu warga Gaza memulihkan layanan dasar dan membangun kembali infrastruktur yang rusak.
“Pemulihan Gaza membutuhkan pasokan dan sumber daya yang memadai untuk mengembalikan layanan dasar dan membangun kembali infrastruktur,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menyoroti peran Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) yang terkait dengan Dewan Perdamaian (BoP). Menurutnya, komite tersebut memiliki peran penting dalam mendorong langkah nyata pemulihan Gaza sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Sugiono juga menegaskan seluruh proses pemulihan harus dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Palestina. Karena itu, dukungan internasional perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat Palestina dalam menentukan masa depan wilayah mereka.
Pertemuan tingkat tinggi itu membahas langkah menuju fase pemulihan Gaza sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803.
Sebagai kepala delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81, Sugiono sendiri telah berada di New York sejak, Senin (21/9/2026), dan mengikuti berbagai pertemuan tingkat tinggi. Ia dijadwalkan menyampaikan pernyataan nasional Indonesia dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB pada, Sabtu (26/9/2026) malam waktu setempat. (bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

